Tag Archives: rokok

Bagaimana bisa RUANG GERAK ROKOK terbatas?

Image

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari rabu tanggal 9 Januari 2013 salah satu teman di Kementrian Kesehatan memposting pemberitahuan tentang Terbitnya Peraturan Pemerintah No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Sontak saya kaget.

Kekagetan saya bukan karena “surprise” karena akhirnya PP ini disahkan, tetapi lebih karena kenapa baru sekarang? Sewaktu saya masih di bangku perkuliahan dulu draft mengenai Peraturan Pemerintah ini menjadi pertentangan bak lingkaran setan. Tapi buang saja pendapat saya barusan, Toh pada akhirnya kemarin Presiden SBY sudah menekennya. 24 Desember kemarin SBY “diam-diam” sudah menekennya. Pemberlakuan PP ini berlaku efektif 18 Bulan lagi. Berarti juga 18 bulan lagi masih ada persiapan untuk melakukan langkah antisipatif entah di pihak yang pro maupun kontra.

Butuh setidaknya 3 tahun bagi pemerintah untuk menimbang-nimbang desakan para aktivis anti rokok untuk meneken Peraturan Pemerintah. Seperti pernyataan Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Prijo Sidipratomo yang dikutip jadi Jawa Pos kemarin bahwa walaupun tertatih-tatih, akhirnya Indonesia masuk ke negara yang beradap karena sudah mempunyai Peraturan Pemerintah yang mengatur pengendalian rokok.

Beberapa salinan penting mengenai PP No.109 tahun 2012 adalah bahwa produk tembakau wajib mencantumkan peringatan kesehatan, informasi mengenai kadar nikotin dan tar sesuai hasil pengujian, dilarang memuat kata-kata promotif rokok.

Melihat angka total produksi rokok 2010-2012 dari 249,1 miliar batang menjadi 263 miliar batang pada tahun kemarin. Memang Pemerintah harus rela dan berani untuk mengambil kebijakan non populis macam ini.

Untuk lebih jelas mengenai Peraturan Pemerintah ini bisa didownload disini

Saya jadi bergumam, semoga saja saya tahun ini melihat bungkus rokok sudah memuat gambar-gambar yang menyeramkan seperti di posting blog saya sebelumnya yang memuat kebijakan mengenai bungkus rokok di Australia. Dan saya tidak lagi menjumpai baliho besar di jalan raya yang dikuasai media media provokatif industri rokok.

Semoga…

 

Regulasi Bungkus Rokok?

Kali ini saya iseng nulis tentang persoalan bungkus rokok di Australia. Kenapa? ya, mungkin kalau anda googling atau yang pernah kesana pasti akan tahu kalau disana regulasi tentang bungkus rokok ini diatur ketat. Saking ketatnya bahkan bisa disebut SERAM. Bagaimana seramnya anda bisa melihat digambar ini.

280718-roxon-with-cigarette-packSalah satu unsur yang medorong perubahan termasuk perubahan di dunia kesehatan masyarakat adalah regulasi atau kebijakan pemerintah. Negeri Kangguru itu memberlakukan peraturan bahwa rokok yang dijual harus dibungkus dalam kemasan seragam yang diatur oleh pemerintah.

Di sana kebijakan macam itu bisa tegak karena memang pemerintah sudah tahu benar bahwa setiap tahunnya ada sekitar USD 33 Miliar yang dikeluarkan ‘percuma’ untuk mengobati penyakit akibat rokok, seperti yang dirilis Bloomberg. Di Australia sana sekitar 900.000 jiwa “terbunuh” karena rokok selama 6 dekade terakhir. Jumlah yang fantastis jika di Indonesia bisa lebih tentunya. Karena di sini regulasi dan kesadaran masih rendah.

Low Regulation, Low Impact…

Belajar lagi soal regulasi bungkus rokok. Di Australia kebijakan mengenai bungkus rokok tersebut diatur secara sentralistik oleh Kementrian Kesehatan. Artinya yang berhak mengeluarkan bungkus rokok HANYA Kementrian Kesehatan. Jadi lagi-lagi intervensinya sangat jelas, dan tentu saja membantu kampanye PERANG BESAR terhadap industri Rokok. Secara langsung ikut menyelamatkan generasi mendatang. Efek yang mungkin timbul dari kebijakan di Australia yang bisa diadopsi di Indonesia adalah turunnya pemalsuan terhadap produk dan merek rokok yang menurunkan pendapatan pajak cukai rokok (rokok gelap).

Ilustrasi dan pemaparan singkat diatas bisa kita tarik garis merah yaitu, Perang terhadap rokok dan kampanye besar dewasa ini tidak bisa tanpa advokasi regulasi. Tapi memang dasar Indonesia adalah market sekaligus produsen yang menggiurkan bagi industri rokok jadi regulasi tersebut masih perlu dilakukan dengan lebih terorganisir dan rapi.

Dua hal yang bisa dicontoh dengan penguatan disana sini soal bungkus rokok adalah. Pertama, merubah brand identity (Bungkus produk) sehingga bisa menciptakan bahkan merubah ROKOK yang mempunyai positioning positif (Merokok itu Jantan) menjadi re-positioning baru (Misal: Merokok itu SERAM). Kedua, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan bisa memonopoli bungkus rokok seperti yang dilakukan di Australia.

Tentunya ilustrasi saya tidak akan mudah jika political will di tinggat atas mandul dan manuver industri rokok yang lebih gesit daripada aktivis anti rokok. Heheheh..

No Regulation, No Impact!

Jangan perdulikan peringatan ini!

Jangan perdulikan peringatan ini!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada tahun 2020 penyakit yang berkaitan dengan tembakau / rokok kan menjadi masalah kesehatan terbesar dan menyebabkan 8,4 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia penggunaan tembakau diperkirakan menyebabkan 70 % kematian karena penyakit paru kronik dan emfisema. Data Susenas 2001 memperkirakan penggunaan tembakau menyebabkan lebih dari 5 juta kasus kesakitan dan 400.000 kematian. Ingat!!! Saat ini ada 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan para perokok dan menghirup asap rokok pasif. Kesehatan yang buruk di usia dini akan berakibat di usia dewasa. (Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes)

Saat semua orang di dunia dan juga di Indonesia. Dari pelosok desa sampai dengan metropolis. Anak SD sampai dengan professor yang dirasa sudah “cukup” pintar ternyata mereka semua sudah tertipu!. Mulut mengepul begitu juga pundi-pundi uang terkumpul di saku para bos “Tuhan 5 centi” ini. Bos rokok mendapat uang anda hanya mendapatkan penyakitnya saja. Inilah laba ‘sebagian’ perusahaan ROKOK.
Continue reading Jangan perdulikan peringatan ini!

Polusi Koronaria

Sebut saja namanya nikotin, pembunuh utama manusia di Indonesia, terutama kaum adam. Tak kasat mata, berasal dari asap mainstream sebuah putung rokok. Ya, rokok, pabrik kecil yang bisa menghasilkan 4000 jenis bahan kimia itu, beberapa diantaranya adalah zat beracun (ibarat wanita, ternyata rokok juga racun dunia). Tahukah Anda asap mainstream? Sejatinya ada dua sumber kepulan asap dari sebatang rokok. Salah satu disebut asap mainstream, yang keluar dari ujung dihisapnya putung rokok; dan jelas masuk ke dalam tubuh. Sedangkan yang lain adalah asap sidestream, yang keluar dari ujung berseberangan. dari ujung rokok yang terbakar; bergesekan langsung dengan udara luar yang bebas.

Continue reading Polusi Koronaria

Siklus Penganiayaan Orang Miskin

(Tahun 2005) 15 juta keluarga Miskin, 2 dari 3 laki-lakinya adalah perokok aktif. Jika harga rokok Rp. 500 per batang, dan konsumsi rokok 2 dari 3 laki-laki pada maskin tsb. minimal 10 batang per hari, hasilnya 2/3 X 15 juta X 10 btng X Rp. 500 =Rp. 50 miliar/hari…Ini setara dengan 10 ribu ton beras/hari..Dan jika per tahun =Rp.18 trilliun..Bandingkan dengan kompensasi BBM Pemerintah yang hanya Rp. 3,6 trilliun. Bagaimana dengan Tahun 2011???Yang jelas iklan rokok sedemikian gencarnya dan secara langsung mempengaruhi peningkatan konsumsi tembakau…