Teamwork yang efektif di pelayanan Kesehatan

cropped-cropped-dsc0481.jpg

Dalam pelayanan kesehatan, peran tenaga kesehatan yang terdiri dari beragam profesi menentukan kualitas dan keselamatan pasien. Meski demikian insiden keselamatan pasien seringkali terjadi oleh karena komunikasi yang tidak baik antar petugas.

Artikel ilmiah yang berjudul
“Teams, tribes and patient safety: overcoming barriers to effective teamwork in healthcare”
Weller J, Boyd M, Cumin D Teams, tribes and patient safety: overcoming barriers to effective teamwork in healthcare Postgraduate Medical Journal 2014;90:149-154.

Artikel dapat didownload disini

Tugas:

  1. Download artikel pada tautan diatas, bacalah artikel tersebut dengan baik dan cermat
  2. Deskripsikan secara singkat artikel ilmiah tersebut dengan tepat.
  3. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya penghalang/barrier pada pelayanan kesehatan untuk menerapkan tim yang efektif?
  4. Bagaimana mengatasi kendala dan mewujudkan tim kerja yang efektif dalam pelayanan kesehatan?

Aturan Menjawab:

  1. Jawablah soal nomor 2-4 pada kolom komentar di tautan blog ini maksimal satu  paragraf (1 paragraf berisi maksimal 200 kata).
  2. Tuliskan nama pada saat menjawab dengan mencantumkan Nama dan NIM kalian.
  3. Lebih mudah Follow blog ini untuk mempermudah moderasi dan mempermudah untuk melacak siapa yang menjawab kuis.
  4. Maksimal pengisian kuis pada hari KAMIS jam 15.00 WIB.
  5. Jika kurang jelas silahkan tanya melalui PJ MSDM.
  6. Jawaban terbaik dan sesuai ketentuan akan mendapatkan Voucher Khusus.
  7. Selamat bekerja.

 

80 thoughts on “Teamwork yang efektif di pelayanan Kesehatan

  1. Menurut saya, artikel tersebut menjelaskan bahwa peran tenaga kesehatan yang memang terdiri dari berbagai multidisiplin ilmu dalam melakukan kegiatan pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kerjasama team dan komunikasi yang efektif guna memastikan keselamatan pasien.Akan tetapi,kenyataan di lapangan masih terdapat tantangan yang menjadi masalah bagi tenaga kesehatan dalam mewujudkan keselamatan pasien,yaitu adanya komunikasi yang kurang berjalan dengan baik antar tenaga kesehatan. Tantangan tersebut bisa menjadi penghalang dalam menerapkan tim yang efektif untuk kegiatan pelayanan kesehatan.Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor,yaitu: perbedaan pendidikan menyebabkan kurangnya pemahaman posisi atau peran dari masing-masing profesi kesehatan lainnya,faktor psikologis yaitu setiap profesi kesehatan menganggap bahwa dirinya yang paling baik dan menarik,serta faktor organisasi yaitu rencana manajemen dalam penjadwalan pertemuan tim akan mempengaruhi komunikasi juga.Untuk mengatasi kendala dan mewujudkan tim kerja yang efektif dalam pelayanan kesehatan tersebut diperlukan tujuh pendekatan,diantaranya mengajarkan strategi komunikasi yang efektif,melatih tim untuk sering bekerja bersama,pelatihan dengan simulasi seperti penggunaan metode komunikasi yang baik dan peningkatan pemahaman antar interdisipliner,menciptakan tim inklusif(memandang positif perbedaan yang ada)dengan orientasi tim, menciptakan tim yang demokratis,mendukung kerja sama tim dengan prosedur untuk menciptakan informasi yang baik,mengembangkan sebuah budaya organisasi yang mendukung pelayanan kesehatan.

    Dianori Rositasari
    101711123023

  2. Artikel diatas membahas mengenai cara mengatasi dan hambatan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan guna menciptakan kerja tim yang efektif. Kerja tim dan komunikasi berguna untuk memastikan keefektifan pelayanan kesehatan dan perawatan pasien yang aman. Pelayanan kesehatan modern kini menerapkan kerja tim bukan lagi kerja individu sehingga membutuhkan kerjasama berbagai disiplin ilmu. Namun perubahan pelayanan kesehatan modern ini belum didukung oleh sistem komunikasi yang baik. Kerja tim yang efektif dapat dicapai jika seluruh anggota tim memiliki rasa percaya dan saling menghormati dalam memberi dan menerima umpan balik atas kinerja, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga dapat menyampaikan informasi secara akurat dan memiliki mental kebersamaan. Prinsip dalam mengembangkan mental kebersamaan dan kinerja tim yang efektif adalah berbagi informasi antar anggota tim. Kendala dalam komunikasi biasanya didasari oleh faktor pendidikan, psikologi dan organisasi. Sehingga, perlu adanya upaya untuk meningkatkan cara berbagi informasi tim yang efektif melalui; strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama tim, berlatih menggunakan simulasi, menciptakan tim yang demokrasi, mendukung kerja tim dengan prosedur dan protokol, dan mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan. Meningkatan kerjasama tim nyatanya dapat menyebabkan peningkatan keamanan pasien diukur dari efisiensi pelayanan, angka komplikasi dan kematian.

    • Rif’atin Haibah (101711123037)
      Informasi diatas mengenai berbagai masalah teamwork dalam pelayanan kesehatan. Dalam memberikan Pelayanan kesehatan komprehensif terdiri dari berbagai tenaga kesehatan dengan berbagai multidisiplin ilmu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan aman, yaitu dengan meningkatkan teamwork saling menghormati, percaya dan menggunakan komunikasi yang efektif. Namun di luar, ada berbagai faktor penghalang dalam memberikan pelayanan dan komunikasi efektif yaitu, pendidikan, psikologis dan organisasi. Faktor pendidikan, adanya perbedaan program pendidikan yang menyebabkan kesenjangan berkomunikasi dengan tenaga kesehatan lain saat handovers shift. Faktor psikologis, setiap profesi memiliki harapan yang berbeda dan mungkin tidak memahami peran profesi lain dan menganggap lebih baik. Dan faktor organisasi, geografi dan lokasi rumah sakit akan mempengaruhi kegiatan penjadwalan dari tim perawatan pasien dalam memberikan pelayanan dan mempengaruhi komunikasi antar tenaga kesehatan. Ada tujuh langkah untuk mengatasi hambatan komunikasi efektif dengan menggabungkan strategi pendidikan, psikologis dan organisasi, dengan mengajarkan strategi komunikasi efektif, melatih tim untuk bekerjasama antar tenaga kesehatan, melatih tim menggunakan simulasi dalam menyelesaikan masalah, menentukan tim yang inklusif, membuat tim demokratis, dukungan kerjasama tim menggunakan protokol dan prosedur, dan mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan. Dengan peningkatan teamwork dalam pelayanan kesehatan dapat meningkatkan keselamatan pasien, efisiensi perawatan, menurunkan komplikasi dan mortalitas.

  3. Artikel diatas membahas mengenai cara mengatasi dan hambatan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan guna menciptakan kerja tim yang efektif. Kerja tim dan komunikasi berguna untuk memastikan keefektifan pelayanan kesehatan dan perawatan pasien yang aman. Pelayanan kesehatan modern kini menerapkan kerja tim bukan lagi kerja individu sehingga membutuhkan kerjasama berbagai disiplin ilmu. Namun perubahan pelayanan kesehatan modern ini belum didukung oleh sistem komunikasi yang baik. Kerja tim yang efektif dapat dicapai jika seluruh anggota tim memiliki rasa percaya dan saling menghormati dalam memberi dan menerima umpan balik atas kinerja, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga dapat menyampaikan informasi secara akurat dan memiliki mental kebersamaan. Prinsip dalam mengembangkan mental kebersamaan dan kinerja tim yang efektif adalah berbagi informasi antar anggota tim. Kendala dalam komunikasi biasanya didasari oleh faktor pendidikan, psikologi dan organisasi. Sehingga, perlu adanya upaya untuk meningkatkan cara berbagi informasi tim yang efektif melalui; strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama tim, berlatih menggunakan simulasi, menciptakan tim yang demokrasi, mendukung kerja tim dengan prosedur dan protokol, dan mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan. Meningkatan kerjasama tim nyatanya dapat menyebabkan peningkatan keamanan pasien diukur dari efisiensi pelayanan, angka komplikasi dan kematian.

  4. Artikel diatas membahas mengenai faktor-faktor yang dapat menjadi hambatan kerja tim yang efektif serta cara-cara untuk mengatasi kendala tersebut, sehingga dapat menimbulkan kerja tim dan komunikasi yang efektif dalam pelayanan kesehatan. Pada dasarnya pelayanan kesehatan disampaikan oleh berbagai disiplin ilmu, yang dilakukan melalui tim-tim dengan mengandalkan kerja tim dan komunikasi yang efektif untuk memastikan pelayanan pada pasien yang aman serta efektif. Akan tetapi, banyak hambatan yang dihadapi oleh tim medis di lingkungan pelayanan kesehatan. Secara garis besar hambatan-hambatan tersebut berasal dari tantangan pendidikan, psikologis dan organisasi. Seperti contoh; kurangnya prinsip kerja sama tim, tidak memahami peran dan perspektif masing-masing, kurang berkembangnya strategi komunikasi yang spesifik, adanya penyalahgunaan hirarki profesional kerja, adanya hambatan tim yang didistribusikan secara geografis, adanya perbedaan budaya antar anggota tim. Dalam mengatasi tantangan tersebut diperlukan beberapa strategi seperti; mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, melatih tim untuk dapat bekerja sama, menggunakan simulasi pada pelatihan untuk mempraktikkan teknik komunikasi baru, menjelaskan kembali kepada keseluruhan disiplin ilmu mengenai tujuan pelayanan kesehatan, membuat tim yang demokratis, mendukung kerjasama tim sesuai dengan protokol dan prosedur. Dengan adanya strategi-strategi tersebut diharapkan hambatan yang ada dapat diatasi, sehingga menjadikan kerja tim dan komunikasi efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien.

  5. Artikel diatas membahas mengenai cara mengatasi dan hambatan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan guna menciptakan kerja tim yang efektif. Kerja tim dan komunikasi berguna untuk memastikan keefektifan pelayanan kesehatan dan perawatan pasien yang aman. Pelayanan kesehatan modern kini menerapkan kerja tim bukan lagi kerja individu sehingga membutuhkan kerjasama berbagai disiplin ilmu. Namun perubahan pelayanan kesehatan modern ini belum didukung oleh sistem komunikasi yang baik. Kerja tim yang efektif dapat dicapai jika seluruh anggota tim memiliki rasa percaya dan saling menghormati dalam memberi dan menerima umpan balik atas kinerja, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga dapat menyampaikan informasi secara akurat dan memiliki mental kebersamaan. Prinsip dalam mengembangkan mental kebersamaan dan kinerja tim yang efektif adalah berbagi informasi antar anggota tim. Kendala dalam komunikasi biasanya didasari oleh faktor pendidikan, psikologi dan organisasi. Sehingga, perlu adanya upaya untuk meningkatkan cara berbagi informasi tim yang efektif melalui; strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama tim, berlatih menggunakan simulasi, menciptakan tim yang demokrasi, mendukung kerja tim dengan prosedur dan protokol, dan mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan. Meningkatkan kerjasama tim nyatanya dapat menyebabkan peningkatan keamanan pasien diukur dari efisiensi pelayanan, angka komplikasi dan kematian.

  6. Nama : Ribka Agustina Kahayanti
    NIM : 101711123025
    Dari artikel diatas yang dapat kita temui tentang bagaimana mengatasi kesenjangan pelayanan kesehatan terutama masalah komunikasi antar tenaga kesehatan yaitu dengan membentuk sebuah tim yang efektif. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penghalang pada pelayanan kesehatan untuk membentuk sebuah tim yang efektif ada 3 faktor yaitu : faktor pendidikan, faktor psikologis, dan faktor organisasi. Faktor pendidikan,disebabkan karena adanya perbedaan profesi tingkat pendidikan dan pelatihan sehingga menyebabkan kurang tanggap memahami peran dan tanggung jawabnya dan ini menjadi pemicu menimbulkan masalah dalam kerja tim. Faktor psikologis, adanya senioritas dan saling merendahkan antar petugas kesehatan yang dilihat dari perbedaan tingkat pendidikan yang pernah mereka kecam. Faktor organisasi, adanya kesulitan mengatur perawatan pasien dengan banyak staf yang berbeda tugas dan ruang lingkup seperti adanya perawat yang tau dalam menangani seorang pasien dengan kondisi penyakit tertentu malah tidak bisa mengambil tindakan itu karena ada pekerjaan menangani pasien yang lain. Untuk mengatasi kendala dan mewujudkan tim kerja yang efektif yaitu dengan cara mengajarkan bagaimana strategi komunikasi yang efektif, melatih tim untuk bekerjasama, melatih tim menggunakan simulasi untuk teknik komunikasi, menentukan tim inklusif, membuat tim yang demokratis, mendukung kerja sama tim sesuai dengan SOP yang berlaku, dan membangun budaya organisasi.

  7. Dalam artikel disebutkan bahwa lingkungan layanan kesehatan saat ini menuntut komunikasi dan kerja tim yang efektif untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada pasien.Tujuannya adalah untuk memastikan semua anggota tim memiliki tujuan yang sama dalam pekerjaannya melakukan perawatan yang terbaik pada pasien. Dalam tim dibutuhkan seorang pemimpin atau ketua tim yang memiliki sikap kepemimpinan yang tidak hanya mengkoordinasi tugas dan perencanaan, tetapi juga bagaimana memotivasi anggota dan membangun suasana yang positif. Antar anggota tim harus saling menghormati dan saling percaya untuk menerima dan memberi umpan balik tentang kinerja, harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar dapat menyampaikan informasi secara akurat, serta memahami peran dan tugas individual di dalam tim. Beberapa faktor yang menjadi penghalang untuk penerapan tim yang efektif dalam layanan kesehatan antara lain faktor pendidikan, faktor psikologis serta faktor organisasi itu sendiri. Untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan beberapa cara yaitu dengan mengajarkan strategi komunikasi yang efektif,buat anggota tim merasa dihargai,mendukung kerjasama tim, serta mengembangkan budaya organisasi dengan menumbuhkan kesadaran kolaborasi antarprofesi untuk keselamatan pasien.

    Nama : WEIKE RETNO P.
    NIM : 101711123002
    AJ 2017

  8. Dimas Abdullah / 101711123043
    Artikel ini menjelaskan tentang komunikasi efektif dan kerjasama untuk mencapai suatu organisasi / tim yang baik, dalam hal ini adalah pelayanan kesehatan. Untuk mencapai pelayanan kesehatan yang baik memiliki 3 rintangan yakni pendidikan, psikologis, dan organisasi. Pendidikan yang mempengaruhi adalah bagaimana dokter / perawat dapat berkomunikasi baik dengan pasien sehingga pasien dapat menerima apa yang dikatakan dokter / perawat dalam pelayanan kesehatan. Psikologis lebih mengarah kepada bagaimana individu dapat menjalankan keinginan masing-masing dalam mencapai tujuan suatu pelayanan kesehatan dan memiliki beragam keinginan dan cara untuk mencapainya. Faktor organisasinya adalah bagaimana organisasi mengelola dan memanajemen pelayanan kesehatan dalam organisasinya, mulai dari bagaimana mengatur dokter dan perawat dari setiap bangsal / ruangan untuk dapat melayani pasien dengan baik, hingga bagaimana mengatur dokter dan perawat dalam melayani pasien dengan baik sehingga pasien akan senang berada dalam pelayanan kesehatan di organisasi tersebut. Untuk mengatasi rintangan tersebut dapat dilakukan dengan cara : 1) mengajarkan strategi komunikasi efektif, 2) melatih tim secara bersama, 3) melatih tim menggunakan simulasi, 4) mendefinisikan tim yang inklusif, memandang tim dengan hal yang positif, 5) membuat tim yang demokratis, 6) memberi dukungan kerjasama dengan menggunakan protokol dan prosedur, 7) mengembangkan suatu budaya organisasi dengan mendukung tim kesehatan.

  9. Nama : Herdy Perdana Wicaksono
    Nim : 101711123006
    Artikel diatas menjelaskan tentang 3 tantangan yang menyebabkan komunikasi dalam bekerja tidak effektif sehingga dalam suatu pekerjaan dapat menurunkan tingkat produktifitas tenaga kerja dan artikel tersebut menjelaskan tentang 7 solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Ada 3 faktor yang menyebabkan terjadinya penghalang tersebut yaitu tingkat pendidikan yang berbeda , adanya faktor psikologi dan adanya fakor organisasi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya 7 solusi yang sudah dijelaslkan dalam artikel yaitu :
    Faktor pendidikan = berupa ajarkan strategi komunikasi yang efektif , Melakukan pelatihan tim menggunakan simulasi, dan melakukan pelatihan tim bersama
    Faktor Psikologi = berupa tentukan tim inklusif dan tentukan tim demokratis
    Faktor Organisasi = berupa dukung kerja sama tim dengan protokol dan prosedur dan Mengembangkan pendukung budaya organisasi tim kesehatan

  10. Nama : Ghaisani Ikramina Aiffah
    NIM : 101711123003
    Artikel tersebut menjelaskan tentang tiga tantangan/hambatan komunikasi tim yag efektif dalam perawatan pasien di rumah sakit. Artikel tersebut juga menyediakan tujuh alternatif solusi untuk mengatasi tantangan yang ada.
    Tantangan yang dimaksud dalam artikel tersebut adalah tantangan pendidikan, tantangan psikologis dan tantangan organisasi. Tantangan pendidikan adalah, tenaga kesehatan yang memiliki background pendidikan yang tidak sama, sehingga terjadi ketidaksesuaian penyampaian informasi tentang status kesehatan pasien, Tantangan psikologis maksutnya adalah masing-masing kelompok tenaga kesehatan merasa kelompoknya paling benar daripada kelompok lain, sehingga tidak ada komunikasi yang baik antar kelompok. Tantangan organisasi merujuk kepada tatanan rumah sakit yang kurang efektif, sehingga mengakibatkan antar tenaga kesehatan sulit dalam berkomunikasi disebebkan karena letak ruangan pasien yang kurang strategis.
    Tujuh alternatif solusi yang disarankan oleh penulis dalam artikel tersebut adalah, mengatasai tantangan pendidikan dengan mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, pelatihan terhadap tim secara bersamaan, melatih tim dengan menggunakan metode simulasi, mengatasi masalah tantangan, membuat tim yang demokratis, mengatasi tantangan organisasi dengan mendorong kinerja tim menggunakan beberapa protokol dan prosedur, mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim kesehatan.

  11. Dengan meningkatnya kompleksitas dan spesialisasi ketrampilan yang semakin banyak, pelayanan kesehatan modern dituntut untuk melakukan komunikasi yang efektif dan kerjasama antar tim guna mencapai tujuan bersama. Namum kenyataannya hal ini belum didukung oleh perubahan dalam system komunikasi antar tenaga kesehatan yang mengakibatkan kegagalan kerja tim interprofessional dan komunikasi yang mengarah langsung pada terganggunya perawatan pasien. Untuk itu perlu diadakannya strategi bagaimana cara membentuk tim yang efektif yang terdiri atas lima aspek yaitu kepemimpinan, pemantauan kinerja bersama, perilaku saling bantu, kemampuan beradaptasi dan orientasi tim. Kelima aspek ini harus saling melengkapi, misalnya kepemimpinan tidak hanya bertugas mengkoordinasi tim dan perencanaan saja, namun harus tahu bagimana cara mengembangkan, memotivasi dan bagaimana cara membangun atmosfer positif pada tim, begitu juga dengan aspek lainnya. Untuk mencapai kelima aspek ini anggota tim harus saling menghormati dan saling percaya untuk memberi dan menerima umpan balik atas kinerjanya. Dari pengalaman kegagalan berbagi informasi pada artikel diatas, perlu diadakan strategi untuk mengatasinya, yaitu bagaimana cara suatu tim belajar memperbaiki dan meningkatkan komunikasi antar tim, antara lain dengan mengajarkan strategi komunikasi yang efektif dan melatih kebersamaan tim. Diharapkan dari strategi tersebut dapat memberikan feedback pemahaman bersama pada anggota tim tentang situasi dan bekerja dengan tujuan yang sudah ditetapkan bersama.

  12. Sebuah organisasi modern yang terdiri dari multidisiplin seperti contoh dalam artikel diatas yakni Rumah Sakit berfokus pada kerja tim dan bukan kerja individu. Dimana saat ini Rumah sakit berorientasi pada Sasaran keselamatan pasien yang di dalamnya ada 1. ketepatan identifikasi pasien 2. peningkatan komunikasi yang efektif 3. peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai 4. kepastian tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat operasi 5. pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan 6. pengurangan resiko pasien jatuh. Untuk mencapai 6 Sasaran keselamatan pasien tersebut, sangat ditentukan oleh kerjasama tim satu dengan yang lain agar tercipta tim-tim yang efektif , namun didalam tim itu sendiri ada beberapa faktor yang menghalangi sebuah tim menjadi efektif yaitu faktor pendidikan(antar anggota tim harus memiliki kesetaraan dan kesamaan disiplin ilmu agar tidak terjadi miskomunikasi) , psikologi(didalam tim antara senior dan senior harus saling mengerti agar terjadi kenyamanan didalam tim itu sendiri) dan organisasi(organisasi harus dapat mendukung tempat kerja itu agar dapat terbangun komunikasi yang berkesinambungan) . Untuk itu organisasi harus dapat mengatasi kendala yang ada yaitu dengan 1.mengajarkan strategi komunikasi yang efektif 2.Melatih tim dengan simulasi 3.Menetapkan tim yang inklusif 4.menciptakan tim yang demokratis 5. Mendukung kerja tim dengan aturan dan prosedur 6.mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim perawatan kesehatan. kerja tim dan komunikasi yang tercipta baik didalam tim sebuah organisasi akan dapat mencapai tujuan organisasi khususnya dalam hal perawatan pasien yang terbaik didalam organisasi(Rumah sakit?) tersebut.

    Nama: Kristina Dwi N
    NIM:101711123051

  13. Dalam melakukan perawatan pasien diperlukan kerja sama tim dan komunikasi yang efektif untuk memastikan merawat pasien bisa efektif dan aman. Selalu ada hambatan dan tantangan di lingkungan perawat kesehatan yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah tim dan lebih buruknya penanganan pasien yang tidak efektif. Kesehatan khususnya dalam bidang keperawatan dilakukan oleh sebuah tim dan memerluakan kerja sama yang profesional dari berbagai disiplin ilmu. Akan tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa perubahan dalam pemberian pelayaan kesehatan ini tidak di dukung oleh perubahan sistem komunikasi anatara pekerja kesehatan yang profesional. Mungkin pendekatan yang digunakan sudah efektif, tapi lingkungan yang kurang kompleks dan kurang merata tidak dapat lagi diandalkan untuk bekerja. Faktor-faktor yang dapat menghambat pada pelayanan kesehatan untuk menerapkan tim yang efektif adalah pendidikan, psikologis dan organisasi. Begitu pula untuk memperoleh kinerja tim yang efektif harus didukung oelh fitur tim diantaranya kepemimpinan tim, pemantauan kinerja bersama, perilaku cadangan, kemampuan beradaptasi dan orientasi tim. Ini dikoordinasikan oleh mekanisme pendukung saling percaya, komunikasi loop tertutup dan model mental bersama. Mengajar strategi komunikasi yang efektif, melatih tim, melatih tim simulasi, menentukan tim inklusif, membuat tim demokratis, Mendukung teamwork dengan prosedur dan protokol, Mengembangkan sebuah budaya organisasi yang mendukung tim kesehatan.

  14. Menurut saya artikel ini menjelaskan bahwa dengan berlakunya kerja tim dalam pelayanan kesehatan timbul masalah komunikasi yang mengakibatkan perawatan pasien akan terganggu. Secara umum, hambatan terhadap komunikasi yang efektif di tim kesehatan adalah pendidikan, psikologis dan organisasi. Contoh dalam pendidikan kedokteran banyak diberikan ilmu medis namun kurang melatih para calon dokter untuk berkomunikasi dengan tim medis lainya , kemudian pada segi psikologis profesional tertentu yang menganggap profesional lainya berbeda pemahaman menimbulkan sulitnya komunikasi sementara dalam manajemen organisasi yang kurang baik juga mempengaruhi. Sehingga dalam artikel ini berusaha memberikan solusi untuk menciptakan komunikasi yang baik antar kelompok profesional dengan mengenalkan rencana tujuh poin diantaranya adalah; Mengajar strategi komunikasi yang efektif, melatih tim bersama, melatih tim menggunakan simulasi, menentukan tim inklusif, dan menciptakan tim demokratis. Pada intinya adalah dalam mempromosikan tim layanan kesehatan yang efektif, penting bagi siapapun yang berperan untuk belajar bagaimana meningkatkan komunikasi mereka menjadi prioritas tim perawatan kesehatan saat ini.

    Gracia Satyawestri Pribadi
    101711123047
    FKMUA 2017

    • Artikel tersebut menggambarkan, sebuah layanan kesehatan modern dibangun oleh sebuah teamwork yang efektif. Efekifitas kinerja teamwork dipengaruhi oleh kompleksitas dan spesialisasi tenaga medis, lingkungan kerja yang komunikatif serta tim medis yang mengutamakan kualitas perawatan pasien terbaik. Keterbukaan informasi antar lini kerja menjadi sangat penting untuk memastikan semua anggota teamwork mengetahui situasi kerja serta memahami tujuan pelayanan pasien. Kecenderungan mental yang tertutup untuk berbagi informasi antar departemen kerja, hirarki organisasi yang kurang efektif, serta distribusi tim kerja yang kurang efisien menjadi hambatan atas keberhasilan layanan kesehatan pasien. Faktor yang menjadi hambatan dalam membangun keterbukaan informasi diantaranya adalah segi pendidikan (wawasan), psikologis serta organisasi.
      Sebuah pendidikan akan menghasilkan sebuah budaya kerja, pendidikan yang baik akan menghasilkan budaya kerja yang baik pula. Salah satu contoh langkah solutif dalam mengajarkan keterbukaan informasi diantaranya adalah dengan mengenalkan strategi komunikasi yang efektif, mengadakan pelatihan tim kerja secara bersama-sama dan menggunakan simulasi dalam setiap pelatihan.
      Faktor psikologis akan mempengaruhi information share dalam organisasi layanan kesehatan. Membangun mental personil tim yang inklusif serta teamwork yang demokratis dapat mengatasi hambatan psikologis ini.
      Yang terakhir adalah mengatasi hambatan dalam organisasi dengan membuat aturan dan prosedur kerja, serta membangun budaya saling mendukung antar teamwork.

      Tiwik Suci Pertiwi
      Nim : 101711123027

  15. Dalam pelayanan kesehatan sekarang dibutuhkan sebuah tim kesehatan guna memudahkan dalam tercapainya tujuan dalam pelayanan kesehatan terutama yang menyangkut dengan pasien. Kerja Tim yang selaras dan efektif dalam pelayanan kesehatan berkaitan dengan berkurangnya kasus komplikasi dan kematian pasien. Tantangan yang ada dalam sebuah organisasi kerja dalam pelayanan kesehatan didasarkan pada faktor pendidikan, psikologi, dan organisasi itu sendiri. Dalam hal tersebut berkaitan erat dengan komunikasi yang terjalin didalam sebuah Tim. Untuk mengatasi hambatan yang terjadi dalam sebuah pelayanan kesehatan tujuh pendekatan intervensi digunakan untuk peningkatan pembagian informasi tim yaitu mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama tim, berlatih dengan simulasi, menentukan tim inklusif, membuat tim yang demokratis, mendukung kerja sama tim dengan prosedur dan protokol, dan mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim dalam pelayanan kesehatan. Tantangan untuk kerja sama tim yang efektif timbul karena adanya berbagai cara dalam disiplin ilmu yang dilatih, faktor psikologis dan budaya dan administrasi organisasi dalam pelayanan kesehatan sehingga hal-hal negatif yang berkaitan dengan pasien dapat ditekan. Strategi dalam komunikasi yang ada digunakan untuk memperbaiki fungsi tim layanan kesehatan di tingkat individu, tim pelayanan pasien maupun dalam organisasi.

  16. Nama : Rosita Dwi Lufyana
    NIM : 101711123052
    Artikel diatas membahas tentang hambatan dan cara menghadapi hambatan yang dihadapi oleh sebuah tim dalam memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan saat ini lebih berorientasi pada kerjasama tim daripada individu. Dalam sebuah tim pasti terjalin suatu komunikasi untuk saling bertukar informasi, komunikasi yang baik antar anggota tim merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dan perawatan pasien yang aman dan efektif. Namun hal tersebut masih belum didukung oleh perubahan sistem komunikasi sehingga kerja tim pelayanan kesehatan belum dapat dikatakan efektif. Meningkatan kerjasama tim dalam sebuah pelayanan kesehatan dapat meningkatkan keamanan pasien yang dapat diukur dengan efektifitas pelayanan, tingkat komplikasi dan kematian. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika pelayanan yang ada belum efektif maka dapat mengancam keselamatan pasien. Dalam menciptakan sebuah komunikasi yang efektif dalam sebuah tim terdapat berbagai faktor kendala yaitu pendidikan, psikologis dan organisasi. Sehingga perlu adanya upaya untuk mengatasi kendala yang ada untuk mewujudkan sebuah tim yang efektif dengan cara memberikan pengetahuan terkait strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama dengan tim, berlatih dengan melakukan simulasi, menentapkan tim inklusif, menciptakan tim yang demokratis, mendukung kerja tim dengan protokol dan prosedur serta mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan.

  17. Artikel ini berisi tentang cara untuk menanganani hambatan atau rintangan dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan modern lebih mengutamakan cara kerja tim daripada individu dan membutuhkan kerjasama berbagai ahli kesehatan dari banyak disiplin ilmu. Namun, bukti menunjukkan bahwa perubahan dalam penerapan pelayanan kesehatan belum didukung oleh sistem komunikasi yang baik. Hambatan dalam sistem komunikasi berasal dari faktor pendidikan, psikologi, dan organisasi. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut diantaranya melatih tim dengan simulasi, membuat tim demokratis. Lima kunci yang membentuk keefektifan tim adalah kepemimpinan tim, saling memantau kinerja, saling support antar anggota, mampu menyesuaikan diri, dan orientasi tim. Seorang pemimpin tidak hanya terlibat pada koordinasi tugas dan perencanaan tetapi juga pengembangan dalam tim, pemberian motivasi dan membentuk lingkungan kerja yang positif. Kemampuan menyesuaikan diri memungkinkan tim untuk merespon perubahan lingkungan dan mengubah perencanaan. Orientasi tim adalah kesediaan untuk menerima gagasan, ide, cara pandang orang lain yang menjadi tujuan tim tersebut, yang seharusnya disejajarkan dengan apa yang terbaik bagi pasien dan lebih penting daripada sebuah keinginan individu. Untuk mencapai lima kunci efektif tim, anggota tim harus saling menghormati dan mempercayai, memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar dapat menyampaikan informasi secara tepat dan harus memiliki mental kebersamaan atau jiwa korsa.

  18. Sinta Amalia Kusumastuti Sumulyo
    101711123048
    AJ 2017

    Artikel ini membahas tentang cara yang efektif untuk membangun tim yang kooperatif dari berbagai macam disiplin ilmu dalam pelayanan kesehatan modern. Kesalahan dalam interpersonal teamwork dan komunikasi dapat membahayakan pasien, tingkat stress pada staff, kepercayaan antar anggota dan tidak efektif dalam kinerja. Medical error yang terjadi jika komunikasi yang dibangun tidak baik dapat mencapai 60%. Terdapat 3 barrier pelayanan kesehatan dalam tim multidisiplin yang efektif, yaitu faktor pendidikan, psikologi, dan organisasi. Dalam faktor pendidikan, perbedaan profesi memberikan pandangan prioritas dan kontribusi yang berbeda. Pada faktor psikologi ada perbedaan yang kuat dalam kelompok maupun di luar kelompok, serstruktur hirarki pada pelayanan kesehatan. Pada faktor organisasi, perbedaan lokasi geografi tiap pasien dapat mempengaruhi ke efektifan dalam penjadwalan dalam sistem perawatan pasien. Terdapat 7 intervensi yang dapat meningkatkan komunikasi . Untuk mengatasi barrier pada tingkat pendidikan dilakukan pengajaran strategi komunikasi yang efektif, latihan tim bersama, dan latihan dengan menggunakan simulasi. Untuk mengatasi barrier pada psikologi yaitu mendefinisikan tim secara inklusif, dan membuat tim yang demokrasi. Pada tingkat organisasi dilakukan dukungan teamwork dengan protokol dan prosedur serta mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan.

  19. Maninggar Kayuningtyas / 101711123038
    Kesimpulan yang dapat dambil dari pembahasan artikel diatas, bahwasannya pelayanan kesehatan dewasa ini lebih mengarah pada kerja tim gabungan berbagai multi-disiplin ilmu. Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa perubahan dalam pemberian pelayanan kesehatan ini belum sepenuhnya didukung oleh perubahan sistem komunikasi antar profesional kesehatan, terutama yang lintas ilmu. Cara menyampaikan infromasi merupakan masalah yang memiliki resiko besar. Kegagalan dalam menyampaikan sebuah informasi pada pelayanan kesehatan dapat meningkatkan ketegangan dan ketidak efisienan waktu, bahkan beresiko pada keselamatan pasien. Selain itu, kegagalan proses komunikasi juga berhubungan dengan faktor pendidikan, psikologi dan organisasi.
    Dalam faktor pendidikan, pengajaran bagaimana cara berkomunikasi dengan semua orang yang ada dalam bidang kesehatan sangat diperlukan, sementara itu pada fakor psikologi adanya pandangan sebelah mata pada suatu profesi yang kurang terlihat, dan pada faktor organisasi yang lebih mengarah pada kemampuan suatu organisasi tersebut.
    Ada 7 cara yang dapat digunakan guna mengatasi hambatan komunikasi tim, yakni dengan mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, melatih kerjasama tim, melatih tim menggunakan simulasi (untuk hambatan yang berhubungan dengan pendidikan), menentukan tim inklusif (berhubungan dengan faktor psikologi), menciptakan tim yang demokratis, mendukung kerja sama tim dengan cara dan prosedur yang sesuai serta mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pelayanan kesehatan (untuk faktor organisasi).

  20. Pelayanan kesehatan modern saat ini mengalami perubahan, mengharuskan bahwa dalam melakukan pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh perseorangan namun memerlukan kerjasama tim berbagai disiplin ilmu. Pelayanan kesehatan bergantung pada komunikasi yang efektif untuk memastikan apakah perawatan pasien dapat benar efektif dan aman. Seperti terlihat dalam artikel diatas, bagaimana memperbaiki dan meningkatkan komunikasi yang efektif dan teamwork adalah prioritas tim kesehatan saat ini. Terdapat beberapa faktor seperti pendidikan, psikologi, dan organisasi yang kurang diharapkan dalam pelaksanaannya sehingga menjadi hambatan pengembangan tim kesehatan yang efektif.
    Dalam membentuk tim yang efektif perlu diperhatikan berbagai hal misalnya fokus pada koordinasi tugas, pengembangan tim, membuat motivasi dan suasana yang menyenangkan, serta perhatikan redistribusi beban kerja. Untuk itu, anggota tim harus belajar saling menghormati, saling mempercayai dalam memberikan umpan balik kinerja, memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik dan sebuah model mental bersama.
    Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai kendala diatas seperti mengajarkan komunikasi efektif dan strategi yang tepat, melatih tim menggunakan simulasi, menentukan tim inklusif dan demokratis sehingga terjalin komunikasi yang baik dengan berbagi informasi, mengembangkan budaya organisasi yang tidak berbasis junior senior, serta memastikan semua informasi tersedia ketika membuat keputusan penting sehingga mengurangi komplikasi pasien dan membuat pelayanan kesehatan yang lebih baik.

  21. Artikel diatas membahas mengenai bagaimana kerja tim yang baik guna menciptakan komunikasi yang efektif dan membangun kerjasama tim yang handal untuk memberikan perawatan pasien yang terbaik. Untuk membangun kerja tim yang efektif para anggota tim tersebut harus memiliki rasa saling percaya, komunikasi yang baik dan model mental bersama. Tidak hanya mengutamakan koordinasi pembagian tugas dan perencanaan yang baik, tetapi juga fokus pada pengembangan tim, motivasi dan menciptakan suasana yang positif. Model mental bersama berguna agar anggota tim dapat memahami situasi yang terjadi, rencana untuk perawatan, dan peran serta tugas-tugas individu dalam tim. Model mental bersama juga memungkinkan para anggota tim dapat mengantisipasi kebutuhan lain, mengidentifikasi perubahan dalam keadaan klinis dan menyesuaikan strategi-strategi seperlunya. Persyaratan mendasar agar dapat mengembangkan model mental bersama dan untuk menciptakan kinerja tim yang efektif yaitu dengan berbagi informasi antar anggota tim. Berbagi informasi dalam bidang pelayanan kesehatan masih menjadi sebuah tantangan terbesar, selain dipengaruhi juga oleh faktor pendidikan, faktor psikologis, dan faktor organisasi.

  22. Artikel diatas memberikan ulasan tentang ritangan kerja tim dalam pelayanan kesehatan dan strategi dalam mengatasinya guna menciptakan kerja tim yang efektif. Kerja tim dan komunikasi yang efektif dalam pelayanan kesehatan dapat menciptakan keefektifan dan keamanan pasien dalam perawatan kesehatan yang diterima. Kedisiplinan dalam penyampaian komunikasi merupakan indikator keberhasilan dalam pencapaian kerja tim yang efektif. Kerja tim yang efektif didirikan berdasarkan kepercayaan antar sesama yang kuat dan rasa saling menghormati dalam memberi dan menerima feedback atas kinerja yang diperoleh msing-masing anggota. Dalam kasus diatas komunikasi menjadi salah satu hambatan dalam pelayanan kesehatan yang berpotensi pada kurang efektifnya perawatan yang diberikan kepada pasien. Hambatan tersebut didasari oleh faktor pendidikan, psikologis dan organisasi. Sehingga harus ada strategi untuk mengatasinya, yaitu melalui strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama tim, berlatih menggunakan simulasi, menciptakan tim yang demokrasi, mendukung kerja tim dengan prosedur dan protokol, serta mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan. Dengan adanya peningkatan kerja tim dan komunikasi yang efektif dalam pelayanan kesehatan, dapat menghasilkan keuntungan dalam keselamatan pasien, yang diukur dari efisiensi perawatan, tingkat komplikasi dan kematian. Perbaikan kerja tim dalam pelayanan kesehatan merupakan kemajuan besar dalam hasil kepuasan pasien.

    Kiki Famalasari /101711123030

  23. Menurut saya, pada intinya artikel di atas berisi tentang sejumlah tantangan atau
    hambatan yang ada di lingkungan perawatan kesehatan dan bagaimana pula cara mengatasi
    hambatan tersebut. Dan hambatan yang paling besar yaitu masalah komunikasi dalam suatu
    kerjasama tim. Lingkungan layanan kesehatan saat ini menuntut komunikasi dan kerja tim
    yang efektif untuk memberikan perawatan pasien terbaik. Dalam hal ini ada rencana tujuh
    langkah untuk mengatasi hambatan komunikasi tim yang efektif yang menggabungkan
    strategi pendidikan, psikologis dan organisasi sehingga meningkatan kerja sama tim dalam
    perawatan kesehatan dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan dalam keselamatan
    pasien, diukur terhadap efisiensi perawatan, tingkat komplikasi dan mortalitas. Untuk
    memperbaiki kerja tim dalam perawatan kesehatan Strategi komunikasi terstruktur dapat
    membantu menciptakan tim yang lebih demokratis, di mana semua anggota yakin
    mendengarnya. Jika semua orang di tim terbiasa dengan teknik komunikasi terstruktur,
    memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan adanya rasa tanggung jawab, rasa
    saling percaya, saling merangkul sesama anggota sehingga dapat menyampaikan informasi
    secara akurat yang sejalan dengan keterampilan yang terus bertambah, maka kerja tim yang
    efektif dapat dicapai. Dan diharapkan semua anggota tim memiliki pemahaman bersama
    tentang situasinya dan bekerja menuju tujuan yang sama dalam perawatan pasien. Sehingga
    dapat terwujud kemajuan besar dalam meningkatkan hasil pasien.

  24. Literatur tersebut membahas rintangan kerja sama tim kesehatan dalam perawatan kesehatan yang efektif. Dalam kesehatan mengandalkan kerja tim dan komunikasi yang efektif untuk memastikan perawatan pasien yang efektif dan aman. Diketahui dalam proses interaksi antara tenaga kesehatan dengan pasien komunikasi yang efektif sangat diperlukan supaya tidak terjadi kegagalan komunikasi antara profesional kesehatan dan pasien. Peningkatan kerja sama tim dalam perawatan kesehatan dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan dalam keselamatan pasien, diukur dari efisiensi perawatan, tingkat komplikasi dan mortalitas, intervensi untuk memperbaiki kerja tim dalam perawatan kesehatan. Ada berberapa faktor penghalang yang muncul dalam menerapkan tim pelayanan yang efektif yaitu dari faktor pendidikan, psikologi dan organisasi. Misalnya dari segi organisasi, lingkungan yang kurang mrndukung menjadi penghalang dalam melakukan komunikasi dan kerja sama tim kesehatan yang efektif. Dalam mengatasi berbagi faktor penghalang yang muncul perlu adanya upaya untuk meningkatkan dan mewujudkan kerja tim yang efektif dalam pelayanan kesehatan, yaitu melalui strategi komunikasi ynag efektif, berlatih dalam tim, berlatih dengan simulasi tim,menciptakan tim yang demokratis, mendukung kerja sama tim sesuai prosedur dan membudayakan organisasi yang selalu mendukung dalam kerja sama tim pelayanan kesehatan. Jika kerja sama yang bagus terbukti meningkatkan keamanan, kenyamanan yang bisa dilihat dari tingkat kefektifan pelayanan, pengurangan angka komplikasi dan kematian.

    ERINKA PRICORNIA MUDAHARIMBI
    101711123012
    AJ-2017

  25. Nama: Rika Mudrikah Miftakhul Janah
    NIM : 101711123004
    Artikel di atas membahas mengenai hambatan komunikasi tim yang efektif dalam perawatan pasien di rumah sakit dan menjelaskan alternatif solusi untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan meningkatnya kompleksitas dan spesialisasi yang semakin banyak keterampilan, lingkungan perawatan kesehatan saat ini menuntut komunikasi yang efektif dan kerja tim yang andal untuk memberikan pelayanan pasien yang terbaik. Tujuannya adalah untuk memastikan semua anggota tim memiliki pemahaman bersama tentang situasi dan bekerja untuk menuju tujuan yang sama dalam pelayanan pasien. Beberapa faktor yang menjadi penghalang untuk penerapan tim yang efektif dalam layanan kesehatan antara lain faktor pendidikan, faktor psikologis serta faktor organisasi itu sendiri. Faktor pendidikan yaitu adanya perbedaan background pendidikan, kurang mengertinya peran dan prioritas kelompok. Faktor penghalang psikologis yaitu kepedulian mereka lebih terfokus pada profesinya masing-masing sehingga kepedulian dengan kelompok lain kurang peduli, sehingga komunikasi antar kelompok kurang baik. Faktor organisasi yaitu mengenai letak antar ruangan yang kurang strategis. Untuk mengatasi hambatan tersebut dapat dilakukan dengan cara;mengajarkan bagaimana strategi komunikasi yang efektif, melatih tim untuk bekerjasama, melatih tim menggunakan simulasi untuk teknik komunikasi , menentukan tim inklusif, membuat tim yang demokratis, mendukung kerja sama tim sesuai dengan SOP yang berlaku, membangun budaya organisasi.

  26. Kekompakan dan komunikasi yang tidak baik antar petugas tenaga kesehatan yang terdiri dari beragam profesi menentukan kualitas dan keselamatan pasien. Petugas tenaga kesehatan harus belajar untuk memperbaiki dan meningkatkan komunikasi untuk menghadapi tantangan dan menyampaikan berbagai strategi yang memerlukan kerjasama kesehatan profesional dari berbagai disiplin ilmu. Faktor yang berpengaruh antara lain faktor pendidikan seperti, tidak memahami peran dan tanggung jawab yang dapat berkontribusi pada masalah teamwork. faktor psikologis cenderung untuk melihat peran mereka sebagai orang-orang yang penting dan kurang menarik, struktur hierarki antara staf senior dan junior terbukti membawa akibat yang buruk dalam pelayanan kesehatan. Faktor organisasi seperti ketidakhadiran ketika harus membuat keputusan dalam menangani pasien yang dapat mempengaruhi efisiensi kegiatan penanganan kesehatan. Keadaan fisik lingkungan tidak kondusif yang disebabkan perangkat lunak yang tidak kompatibel, sehingga sulit untuk mengakses atau menerjemahkan informasi. Untuk teamwork yang efektif di pelayanan kesehatan dibutuhkan komunikasi yang baik antara petugas kesehatan seperti anggota tim harus menghormati dan saling mempercayai untuk memberikan umpan balik pada kinerja mereka. Mengembangkan dan mengevaluasi dalam rangka meningkatkan kinerja, sehingga perawatan pasien dapat optimal dan dapat meningkatkan status kesehatan pasien adalah tujuan yang utama.

    Nama : Adinda Arum Sekarsari
    NIM : 101711123018

  27. Kerjasama tim sangat diperlukan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena pelayanan kesehatan saat ini menuntut komunikasi dan kerjasama tim yang efektif untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kita mungkin tidak memperhatikan tantangan baru yang dihadapi oleh pelayanan kesehatan modern terhadap berbagai informasi secara efektif antara penyedia layanan. Tujuannya adalah untuk memastikan semua anggota tim memiliki pemahaman bersama tentang situasi dan bekerja sama menuju tujuan yang sama dalam perawatan pasien. Intervensi untuk memperbaiki komunikasi tim sangat diperlukan dalam meningkatkan kesembuhan pasien. Faktor yang menyebabkan terjadinya penghalang/barrier pada pelayanan kesehatan untuk menerapkan tim yang efektif yaitu antara lain: faktor pendidikan (komunikasi tenaga medis dengan tenaga profesi lainnya), faktor psikologis (penonjolan profesi tenaga medis), faktor organisasi (lingkungan kerja rumah sakit). Adapun cara mengatasi kendala dan mewujudkan tim kerja yang efektif dalam pelayanan kesehatan yaitu dengan cara mengajarkan strategi komunikasi yang efektif dalam pelayanan kesehatan, melatih kebersamaan tim karena pelatihan bersama dapat meningkatkan pemahaman tentang peran orang lain, melatih tim dengan simulasi karena simulasi merupakan cara yang bagus untuk praktik strategi komunikasi, mengatasi hambatan psikologis, menciptakan tim demokratis, mendukung kerja sama tim dengan protokol dan prosedur serta mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan.

    Akhmad Abu Khanifah
    101711123001
    FKMUA 2017

  28. Dalam pemberian pelayanan kesehatan berkualitas, dibutuhkan tim yang berkualitas pula, dimana didalamnya terdapat komunikasi efektif antar profesional kesehatan dan berbagi informasi baik antar multidisiplin ataupun terhadap penerima pelayanan kesehatan. Namun kenyataannya, hal tersebut belum terwujud dalam sistem pemberian pelayanan kesehatan, padahala dengan sistem komunikasi yang baik antar profesional kesehatan ataupun dengan penerima pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, karena meningkatnya manajemen klinikal, mempermudah pelaporan keadaan darurat & proses pengambilan keputusan, dan mengatasi krisis dalam tim, sehingga masalah yang dapat mengancam atau memperburuk keadaan penerima pelayanan kesehatan dapat diminimalisir atau bahkan ditiadakan.

    Realisasi komunikasi dan berbagi informasi yang baik tersebut masih terhambat oleh tiga faktor, yang memang membuat implementasi dari sistem komunikasi efektif ini sulit terwujud, yakni faktor pendidikan, psikologi, dan organisasi.

    Dalam pelayanan kesehatan terdapat background pendidikan yang beragam mulai dari antar pemberi pelayanan kesehatan, maupun antara pemberi dan penerima pelayanan kesehatan. Hal tersebut menjadikan komunikasi yang baik sulit terwujud, karena pemahanan dan penyampaian yang berbeda-beda pula, sehingga masalah-masalah kecil pun muncul, diantaranya tanggung jawab antar pemberi pelayanan kesehatan menjadi kurang jelas dan timing pemberian informasi terhadap penerima pelayanan kesehatan tidak tepat.

    Dalam psikologi terdapat masalah, jika setiap profesional kesehatan merasa bahwa merekalah yang paling dan mampu mengatasi masalah. Hal ini terjadi baik didalam tim ataupun antar tim, dimana struktur hirarki yang ada dalam pemberi pelayanan kesehatan, menjadi penyebab utamanya.

    Selanjutnya organisasi, menjadi salah satu barrier dilihat dari geografikal dan organisasional. Tatanan lokasi dalam suatu rumah sakit misalnya, ataupun regulasi organisasional yang cukup menyulitkan penerima pelayanan kesehatan untuk mengakses informasi, sehingga komunikasi pun sulit terwujud karenanya.

    Untuk mengatasi barrier terbut dalam mewujudkan komunikasi yang baik, terdapat 7 intervensi untuk mengatasi masing-masing faktor diantaranya:
    Faktor Pendidikan:
    1. Mengajarkan strategi komunikasi efektif terhadap pemberi pelayanan kesehatan dengan metode komunikasi terstruktur (SBAR)
    2. Melatih tim untuk berkerja sama guna meningkatkan kebersamaan dan kerjasama baik didalam ataupun antar tim
    3. Pelatihan dengan simulasi metode komunikasi yang baik guna meningkatkan pemahaman dan bagaimana penyampaian yang benar.
    Faktor Psikologi:
    4. Menciptakan tim yang inklusif dengan membentuk kembali tim profesional yang individualis menjadi tim yang terpadu dengan goals yang sama
    5. Menciptakan tim yang demokratis, dimana setiap anggota harus merasakan nilai yang ada dan membuat struktur hirarki yang ada terlihat samar untuk mendorong komunikasi terbuka dalam tim
    Faktor Organisasi
    6. Mendukung kerjasama tim drngan protokol dan prosedur
    7. Mengembangkan budaya organisasi untuk pelayanan kesehatan

    Dari ketujuh intervensi tersebut sudah mewakili solusi dari ketiga barrier tersebut untuk menciptakan komunikasi efektif dalam sebuah pelayanan kesehatan. Tidak hanya kompleksitifitas dan spesialisasi skill yang terus ditingkatkan, saat ini pelayanan kesehatan lebih membutuhkan komunikasi efektif dan kerjasama tim yang reliable dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta solusi yang dapat merepresentasikan komunikasi efektif antar penyedia pelayanan kesehatan.

    Rizka Aprilidyawati
    101711123046
    FKM Universitas Airlangga 2017

  29. Menurut saya, artikel ini memberikan ulasan tentang berbagai strategi untuk mengatasi tantangan untuk kerja tim yang efektif dalam perawatan kesehatan. Tujuannya untuk memastikan semua anggota tim memiliki pemahaman bersama tentang situasi dan bekerja menuju tujuan yang sama dalam perawatan pasien terdistribusi dan multidisiplin yang mengandalkan kerja tim dan komunikasi yang efektif. Pertama artikel ini menjelaskan fitur dari tim yang efektif, kemudian bukti tentang pembagian informasi antara anggota tim yang berbeda dan mengkategorikan tantangan terhadap kerja sama tim interprofessional dan komunikasi dalam perawatan kesehatan. Kunci tim yang efektif: kepemimpinan tim, pemantauan kinerja bersama, perilaku cadangan, kemampuan beradaptasi dan orientasi tim. Kegagalan dalam berbagi informasi, sangat penting untuk komunikasi tim yang efektif merupakan penghalang yaitu faktor pendidikan, psikologis dan organisasional. Pendidikan untuk profesional kesehatan sebagian besar bersifat disiplin-spesifik dengan interaksi minimal antara disiplin kesehatan. Hambatan psikologis terhadap komunikasi yang efektif adalah struktur hirarkis dalam perawatan kesehatan. Faktor organisasi mempengaruhi aktivitas penjadwalan yang efisien dari tim perawatan pasien. Pendekatan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang seharusnya membantu tim layanan kesehatan bertekad memperbaiki komunikasi. Jadi artikel ini membantu tim pemberi layanan kesehatan untuk mengetahui tentang tantangan inti serta solusinya merupakan komunikasi yang efektif yang terjadi dalam perawatan kesehatan.
    Hendra Purbaya
    101711123034

  30. Nama : Roni Noor Adam
    NIM : 101711123007

    Artikel ini menginformasikan bahwa system pelayanan kesehatan masih kurang baik, pelayanan kesehatan saat ini mengaharuskan bahwa dalam melakukan pelaynan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh perseorangan namun memerlukan kerjasama tim berbagai disiplin ilmu, maka dari itu penulis mengemukakan gagasan nya mengenai cara untuk menangani hambatan pada pelayanan kesehatan. Hambatan pada pelayanan kesehatan disebabkan karena adanya system komunikasi yang kurang baik. Factor yang menjadi penghambat dalam system komunikasi berasal dari factor pendidikan, psikologi, dan organisasi.
    Dalam membentuk sebuah tim yang baik dan efektif perlu berbagai hal yang focus pada koodinasi, pengembangan, dan suasana yang menyenangkan. Untuk itu anggota tim harus belajar saling mempercayai dalam bentuk umpan balik kinerja dan memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik.
    Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi kendala diatas diantaranya, komunikasi yang efektif, melatih tim untuk mengerjakan dengan cara simulasi, kritis dan demokratis dalam tim agar tercipta komunikasi yang baik, dan yang terakhir memastikan semua informasi berjalan secara baik dan efektif ketika membuat sebuah keputusan sehingga dapat membuat pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik.

    Terimkasih

  31. Nama : Alvin Zulhazmi Priambodo
    NIM : 101711123050
    Menurut pendapat saya mengenai artiket dalam mengatasi rintangan untuk kerja tim yang efektif dalam perawatan kesehatan. Perawatan kesehatan modern diberikan oleh tim daripada individu dan memerlukan kerja sama professional kesehatan dari berbagai disiplin ilmu. Untuk mengatasi tantangan kerja tim yang efektif yaitu dengan adanya kerja sama tim dan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan yang bagus sehingga pasiennya tetap sehat. Namun dalam memenuhi kinerja kerjasama tim yang efektif ada beberapa hambatan yang perlu diatasi yaitu mengenai pendidikan, psikologi dan organisasi. Pengetahuan tentang pendidikan akan membantu staff dalam pemahaman prinsip kerja tim yang lebih baik dan membantu mengembangkan strategi komunikasi yang spesifik. Hambatan psikologis dan hambatan oranisasional yang didistribusikan secara geografis akan memabantu meningkatkan kemungkinan kegagalan komunikasi yang memungkinkan membahayakan pasien. Kemudian ada beberapa strategi dalam mengatasi hambatan komunikasi tim yang efektif dengan menggambungkan strategi pendidikan, psikologi dan organisasi. Kemampuan dalam meningkatkan kerja sama tim dalam perawatan kesehatan dapat membantu keselamatan pasien yang diukur dar efisiensi perawatan, tingkat komplikasi dan mortalitas. Oleh sebab itu, di perlukan sebuah sistem yang baik agar mencapai orgainsasi yang bagus

    Terimakasih

  32. Perawatan kesehatan modern adalah mengandalkan kerja sama tim dan komunikasi yang efektif untuk memastikan perawatan pasien yang efektif dan aman. Dalam kerjasama tim perlu adanya mental yang kuat, saling menghormati dan percaya serta adanya komunikasi sebagai kondisi pendukung yang diperlukan untuk tim yang efektif. Ada beberapa factor dalam pelayanan kesehatan yaitu factor pendidikan bahwa pendidikan untuk profesional kesehatan sebagian besar bersifat disiplin spesifik dengan interaksi minimal antara disiplin kesehatan. Hambatan psikologis terhadap komunikasi yang efektif adalah struktur hirarkis dalam perawatan kesehatan. Meskipun staf senior senang menggunakan perintah, staf senior mungkin tidak merasa bisa menantang keputusan atau memberikan saran atau diagnosis alternatif dan mungkin juga menyembunyikan kekhawatiran mereka. Factor organisasional, ini bertindak sebagai penghalang untuk berbagi informasi, dengan dokter junior menggambarkan kesulitan dalam mengkoordinasikan perawatan pasien di beberapa bangsal, dengan beberapa staf yang berbeda, bergantung pada ‘pertemuan oportunistik’ dengan perawat atau fisioterapis untuk menyampaikan informasi penting. Mengatasi hambatan pendidikan yaitu mengajarkan strategi yang efektif, melatih tim bersama bahwa tim yang bekerja sama harus berlatih bersama. Mengatasi hambatan psikologis yaitu menentukan tim inklusif, dan ciptakan tim demokratis. Yang terakhir untuk mengatasi hambatan organisasi yaitu dukungan kerja sama tim dengan protokol dan prosedur, dan kembangkan budaya organisasi yang mendukung tim layanan kesehatan.

  33. nama: ILHAMI
    NIM: 101711123017
    menurut saya artikel diatas membahas tentang bagaimana bekerja yang efektif dan aman dalam perawatan dalam perawata pasien, diperlukan adanya kekompakan dan komunikasi antara professional kesehatan. Namun, bukti menunjukkan bahwa perubahan belum didukung oleh perubahan dalam sistem untuk komunikasi antara para professional kesehatan yaitu dalam pendidikan, psikologis dan maupun organisasi. Sehingga diusulkan sebuah rencana tujuh langkah untuk mengatasi hambatan komunikasi tim efektif yaitu:
    Rintangan pendidikan; mengajar strategi komunikasi yang efektif, melatih tim, melatih tim simulasi.
    Dalam mengatasi rintangan psikologis; menentukan tim inklusif, membuat tim demokratis.
    Dalam rintangan organisasi: mendukung teamwork dengan prosedur dan protocol, mengembangkan sebuah budaya organisasi yang mendukung tim kesehatan.

  34. Dari artikel yang telah saya baca, menurut pandangan saya artikel ini mengulas mengenai pentingnya perawatan kesehatan yang profesianal dan multidisiplin guna menunjang pelayanan kesehaatn yang lebih baik dengan mengandalkan kerjasama tim dan komunikasi yang efektif dalam menjalin bina suasana dengan (nakes, psien, organisasi). Menurut berbagai mancam penelitian kerjasama tim dan komunikasi yang efektif dapat menurunkan hampir seperempat dari buruknya pelayanan kesehatan yang sudah ada. Untuk membentuk suatu kinerja tim yang efektif ada lima dimensi utama yang perlu dipertimbangkan yaitu kepemimpinan tim, pemantauan kinerja bersama, peliaku cadagan, kemampuan beradaptasi dan orientasi dalam tim tersebut. Untuk menuju tujuan yang kita harapkan selalu ada factor penghambat dalm menuju tujaun yang di inginkan, dari sini factor penghambat bisa datang dari factor pendidikan, psikologi dan organisasi itu sendiri. Diartikel ini dijelaskan beberapa hal untuk menangani maslah komunikasi tim dan perawatan kesehatan diantaranya strategi komunikasi yang efektif, pelatihan tim, pelatihan dengan simulasi, ciptakan suasana yang demokratis, dukungan kerja sama antar anggota tim, mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pelayanan kesehatan. Demikikian ringkasan artikel yang telah saya buat.

  35. Artikel Team Tributes and Pasien safety diatas menyoroti permasalahan di bidang kesehatan yang kerap diabaikan yaitu komunikasi yang efektif didalam tim. Pemberian layanan kesehatan yang tidak didukung oleh sistem komunikasi efektif antara profesional kesehatan dapat menimbulkan potensi yang membahayakan bagi keselamatan pasien. Kurangnya komunikasi efektif dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor pendidikan, psikologi dan organisasi. Dari segi faktor pendidikan setiap profesi kesehatan hanya diberikan pengetahuan yang spesifik mengenai profesi mereka dan tidak diajarkan pola interaksi dengan profesi lain. Faktor psikologi, menilai bahwa setiap profesi merasa lebih superior dan lebih berperan untuk kesembuhan pasien dibandingkan profesi lain serta senioritas masih tinggi dalam tim. Faktor organisasi yaitu kondisi geografi fisik rumah sakit dan lokasi pasien di dalam rumah sakit mempengaruhi kurangnya efisiensi dari tim perawatan pasien untuk melakukan pelayanan.Strategi untuk mengatasi hambatan pendidikan yaitu mengajarkan strategi komunikasi yang efektif. Strategi untuk memperbaiki komunikasi dengan melatih tim bekerja sama,melatih tim menggunakan simulasi .Strategi mengatasi hambatan psikologi, perlunya orientasi tim dengan menjadwalkan pertemuan yang dihadiri oleh semua profesional kesehatan, menciptakan tim yang demokratis, setiap anggota diberi wewenang untuk menyumbangkan informasi ke pengambil keputusan.Strategi mengatasi rintangan organisasi melalui mendukung kerjasama tim dengan protokol dan prosedur , mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan

  36. Wina Marthalia / 101711123020
    Dalam melakukan pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan komunikasi yang efektif dan kerja sama tim yang baik untuk tercapainya tujuan yaitu kesehatan dan keselamatan pasien. Hal ini menjadi point utama dari semua kegiatan perawatan pasien selama dirawat di rumah sakit, bila terjadi kesalahan komunikasi maka bisa terjadi hal fatal bagi pasien. Namun pada kenyataanya banyak sekali tantangan yang di hadapi didalamnya, karena memang dalam satu rumah sakit terdapat berbagai macam profesi yang masing masing memiliki peran dan tugasnya masing masing yang seharusnya berkerjasama menjadi satu tim dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Tantangan tantangan tersebut antara lain karena faktor pendidikan, dimana dokter yang mendapat berbagai ilmu medis namun kurang cakap dalam menyampaikan advice kepada para tenaga medis maupun non medis yang notabene merekalah yang akan turun langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. Faktor psikologi, dimana masing masing profesi kesehatan(in group) menganggap profesi kesehatan diluar dirinya (out group)kurang penting, atau hierarki profesionalitas dimana perawat junior tak mampu menentang perawat senior meski yang dilakukan kurang benar, faktor faktor seperti inilah yang membuat kerja sama tim kurang baik. Dan yang terakhir adalah faktor organisasi dimana penjadwalan petemuan antar tim dapat mempengaruhi komunikasi. Sehingga perlu dilakukan beberapa cara untuk membuat tim menjadi efektif antara lain dengan menerapkan Strategi komunikasi yang efektif, berlatih bersama tim, berlatih menggunakan simulasi, definisi tim inklusif, menciptakan tim yang demokrasi, mendukung kerja tim dengan prosedur dan protokol, dan mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan.

  37. Artikel diatas menggambarkan tentang bagaimana sebuah perawatan kesehatan itu harus dilakukan. Terlebih mengenai tindakan langsung pada pasien yang menuntut ketepatan dalam melakukannya agar pasien tersebut tidak dirugikan. Dalam pelaksanaan perawatan kesehatan tersebut di perlukan tenaga kesehatan yang handal dan tim pelaksanaan yang efektif, dalam sebuah tim perawatan kesehatan memerlukan tenaga yang berkompenten dan handal yang dapat berasal dari beberapa disiplin ilmu. Dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam dewasa ini yang paling berperan adalah pendidikan tenaga kesehatan.
    Untuk menciptakan tim yang baik dan efektif bukan hanya pendidikan / kompetensi yang dibutuhkan, namun dalam sebuah tim tersebut sangat diperlukan sebuah komunikasi yang baik antara tenaga medis , tenaga non medis bahkan komunikasi dengan pasien atau keluarga pasien. Bukan hanya itu ada hal – hal yang dapat menjadikan sebuah tim itu efektif yaitu adanya : Kepemimpinan tim , pemantauan kinerja bersama, perilaku yang baik antar anggota tim, kemampuan beradaptasi yang baik dan orientasi tim. Banyak factor yang dapat mempengaruhi kualitas perawatan kesehatan , jika ingin meningkatkan perawatan kesehatan harus melakukan pendekatan multifactor yang mencakup factor pendidikan, factor psikologi, dan factor organisasional.

  38. Dalam artkel tersebut membahas tentang perawatan kes modern dg menggunakan multidisiplin ilmu yang memuat:
    A. Keefektifan kerja tim
    B. Komunikasi yang efektif
    C. Tantangan dalam perawatan kes
    D. Hambatan psikologis sbg profesional,Hirarki dan organisasi
    E. Metode yang terstruktur
    F. 7 langkah untuk mengatasi hambatan bagi tim yg efektif antara lain:
    -Ajarkan komunikasi yang efektif
    -Ajarkan metode yg terstruktur
    -Berlatih bersama
    -Ciptakan tim yang demokratis
    -Dukung Kerjasama Tim
    -Gunakan prosedur yg mendorong
    informasi
    -Kembangkan budaya organisasi yg
    mendukung tim layanan kesehatan

  39. Artikel ini mengambarkan tentang pengaruh kinerja sebuah tim dalam bidang kesehatan, terutama terhadap keselamatan pasien. Disebut tim kesehatan bukan kelompok, karena tim merupakan kesatuan kerja yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan dalam pencapaian tujuan, serta cenderung mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingan individu. Ini berarti tiap individu dalam tim memiliki tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada timnya tanpa mengutamakan egoisnya. Dalam tim yang efektif membutuhkan leader yang mampu mengarahkan, mengetahui dan memahami kemampuan dan psikologis serta mengorganisir anggotanya guna mempermudah pengaturan posisi dalam tim yang berpengaruh pada berjalannya organisasi. Partisipasi seluruh anggota juga dibutuhkan. Faktor yang menjadi penghalang dalam penerapan tim yang efektif adalah pendidikan, psikologis dan organisasi, yang akan berpengaruh dalam proses penyampaian informasi atau interaksi dalam tim. Tingkat pendidikan, pengetahuan dan keterampilan yang beragam didukung dengan adanya strategi komunikasi efektif, kerjasama dan pelatihan simulasi yang tepat mampu meningkatkan kinerja dari tim. Sikap positif dalam memandang perbedaan, saling menghormati, menghargai dan sifat demokratis dalam tim juga mempengaruhi minat dan kepuasan kerja individu. Peraturan, standar dan prosedur yang jelas didukung adanya budaya organisasi berfungsi sebagai batasan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota tim dalam pencapaian target secara optimal, efektif dan efisien.

    Kenia Bella C.
    (101711123040)

  40. menurut saya artikel ini membahas tentang hambatan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan modern serta bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut. Hambatan tersebut menyebabkan kurangnya komunikasi yang efektiv dan kerja sama tim. Hambatan tersebut terdiri atas tiga faktor yaitu faktor pendidikan, antara disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain masing-masing memiliki prioritas tersendiri (contohnya antara dokter dan perawat). Faktor psikologis yaitu ada kelompok yang menganggap bahwa kelompoknya lebih dari yang lain. Faktor organisasi yaitu pada factor ini mengarah pada lokasi geografis organisasi yang biasanya memberikan kesulitan untuk tenaga pelayanan kesehatan untuk melaksanakan tugasnya secara efektiv, seperti letak antara ruang satu dengan ruang lain jauh. Untuk mengatasi kendala dan mewujudkan tim kerja yang efektif dalam pelayanan kesehatan menurut penulis adalah dengan menerapkan tujuh intervensi yaitu untuk mengatasi hambatan dalam pendidikan perlu dilakukan strategi komunikasi yang efektif dengan cara melakukan training terhadap tim bersama dan melatih tim dengan melakukan simulasi. Untuk mengatasi hambatan dalam hal psikologis adalah dengan cara tentukan tim inklusif dan membentuk sebuah team yang demokrasi. Dan untuk mengatasi hambatan dalam organisasi adalah dengan cara mendukung kerja tim dengan menggunakan protokol dan prosedur, mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pelayanan kesehatan secara tim.

    Rahmawati S.
    101711123045

  41. Dalam suatu tim ada beberapa indivudu yang berbeda dan mempunyai berbagai karakter yang berbeda pula, komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting untuk membuat suatu tim tersebut berhasil, karena tanpa komunikasi yang efektif maka tujuan dari tim tersebut gagal dan tidak akan tercapai. Faktor-faktor yang menghambat / kendala pelayanan kesehatan untuk menerapkan tim yang efektif adalah komunikasi antara tenaga kesehatan yang tidak sepemahaman yang pada dasarnya beda profesi, misal komunikasi antara tenaga kesehatan lingkungan dan perawat, pelatihan komunikasi kepada tenaga kesehatan yang kurang sehingga kurangnya pengetahuan komunikasi, perbedaan persepsi antara tenaga kesehatan yang mana mereka satu sama lain berpendapat bahwa pengetahuannya yang lebih unggul untuk di gunakan mengatasi pasien.
    Dari faktor-faktor yang menghambat / kendala tersebut, berikut cara mengatasinya yaitu memberikan pelatihan strategi komunikasi yang efektif kepada tenaga kesehatan, memberikan pelatihan cara-cara menumbuhkan jiwa rasa profesionalisme dalam tim, memberikan pelatihan simulasi berkomunikasi secara efektif dalam bidang kesehatan, selalu memberikan informasi dalam bentuk penyemangat untuk selalu ditingkatkannya bekerja sama antara Nakes misalnya selalu membicarakan kondisi pasien secara berkaitan, Menekankan kepada setiap individu agar mampu membedakan mana pekerjaan yang membutuhkan profesionalisme tim atau mana yang bukan. Dengan demikian para tenaga kesehatan akan mampu bekerja secara tim dengan efektif tanpa mengedepankan egoismenya masing-masing.

  42. Pelayanan kesehatan kini tersampaikan secara “tim” bukan sebagai individual dimana membutuhkan kerjasama tenaga profesional berbagai multidisiplin. Dimensi dalam tim efektif seperti (1)kepemimpinan, melibatkan koordinasi dan perencanaan tugas, pengembangan dari tim, membangun atmosfir positif dalam tim, (2)pemantauan kinerja saling timbal balik, (3)adaptasi kepada tim dalam merespon perubahan lingkungan dan perencanaan pada manajemen pasien sehingga dapat segera tanggap dalam menyelesaikan kendala, (4)kesediaan untuk menerima ide dan pandangan dari anggota tim yang merupakan kepentingan tujuan dari tim.
    Namun, untuk mencapai tim efektif terdapat beberapa tantangan yang dapat membangun tim bahkan menjadi penghalang. Faktor tersebut (1)pendidikan, adanya berbagai penerapan ilmu terkadang menimbulkan masalah dalam memahami tugas, tanggung jawab antar anggota ketika kerjasama diperlukan. (2)psikologis, adanya struktural yang hirarki menimbulkan tekanan ketika kelompok profesional memiliki pandangan yang berbeda bagaimana tugas harus diselesaikan. (3)organisasi, dalam membagi informasi antar tim seringkali meningkatkan kemungkinan kegagalan. Untuk mencapai tim yang efektif diperlukan saling menghargai dan percaya antara satu sama lain agar ada timbal balik terhadap kinerja, pelatihan tim secara bersama dan menggunakan simulasi, kemampuan komunikasi dua arah agar dapat menyampaikan informasi secara akurat, suportif, dan “shared mental model” (persepsi, pemahaman atau pengetahuan tentang situasi atau proses yang dibagi bersama anggota tim melalui komunikasi) untuk memastikan keselamatan pasien.

    Ning Gusti Ramadiani
    101711123019

  43. Menurut saya iya, memang perubahan-perubahan saat ini juga dapat dipengaruhi dalam pengiriman kesehatan belum didukung oleh perubahan dalam sistem-sistem dalam hal berkomunikasi antara para profesional kesehatan,maupun dengan pasien terutama di bidang ilmu.Perlu adanya Intervensi pendidikan untuk mendorong suatu pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip teamwork, staf membantu memahami peran masing-masing dan perspektif, dan membantu mengembangkan strategi komunikasi tertentu.Pendidikan juga adalah salah satu faktor untuk memperbaiki komunikasi yang baik dan juga pendidikan dapat berpengaruh dalam tim disitu tim saling melatih satu dengan yang lain . Memang Perlunya perbaikan dalam teamwork dalam perawatan kesehatan dan bisa juga menyebabkan kenaikan yang signifikan dalam patient safety, mengurangi laju komplikasi dan kematian, dan juga dapat meningkatkan komunikasi yang baik dan efektif terhadap pasien .Perlunya juga dukungan teamwork serta perlunya memberikan tuntutan dalam lingkungan perawatan kesehatan saat ini komunikasi yang efektif dan teamwork untuk andal memberikan perawatan pasien yang terbaik. Karena saat ini perlunya komunikasi yang baik maupun pelayanan kesehatan yang baik terhadap pasien untuk kepuasan pasien.

  44. Nama : Retananda T R
    NIM : 101711123054

    Artikel diatas menjelaskan tentang tantangan komunikasi sebuah tim dalam pelayanan kesehatan dan cara mengatasi komunikasi dalam kerja sama tim sehingga komunikasi menjadi efektif. Kerja sama tim dan komunikasi pada pelayanan kesehatan dilakukan oleh berbagai disiplin, ilmu dalam hal ini kerja sama tim dan komunikasi yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan pada pasien yang aman dan efektif. Namun, banyak tantangan dalam pelayanan kesehatan untuk membentuk sebuah tim yang efektif yaitu pendidikan, psikologis dan organisasi. Tantangan pendidikan adalah tenaga kesehatan yang memiliki background pendidikan yang berbeda yang dapat menyebabkan perbedaan dalam mengatasi pemahaman peran, tanggung jawab atau prioritas dalam tim. Tantangan psikologis, yaitu adanya senioritas diantara satu tim akibat dari perbedaan tingkat pendidikan atau antara staf senior dengan staf yang junior. Tantangan organisasi yaitu mulai dari mengatur kegiatan tim perawatan pasien atau pertemuan terjadwal untuk membahas rencana manajemen pasien agar pasien mendapatakan pelayanan kesehatan yang optimal. Untuk mengatasi 3 tantangan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, melatih kerja sama tim, melatih tim menggunakan simulasi, mendefinisikan tim yang inklusif, membuat tim yang demokratis, memberi dukungan kerjasama sesuai protokol dan prosedur serta mengembangkan budaya organisasi tim kesehatan.

  45. Brevy Nella Herny Ocvian
    101711123013

    Apa yang bisa kita pelajari dari artikel di atas adalah pentingnya komunikasi tim yang efektif dalam perawatan pasien. Komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan sangat dibutuhkan untuk keselamatan dan perawatan kesehatan pasien. Petugas kesehatan yang menangani pasien harus saling bekerja sama dalam melakukan perawatan. Tindakan yang (akan dan atau telah) dilakukan harus disampaikan secara jelas dan benar kepada sesama petugas yang merawat pasien. Karena apabila komunikasi tidak dilakukan secara jelas dan benar tentunya akan merugikan banyak pihak, khususnya pasien. Kesalahan dalam pemberian informasi antara petugas kesehatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor pendidikan, faktor psikologi dan faktor organisasi. Perbedaan dasar disiplin ilmu mengakibatkan perbedaan dalam cara penyampaian informasi yang harus disampaikan oleh tenaga kesehatan. Sedangkan kesenjangan antar profesi sendiri membuat masing-masing merasa lebih baik dari pada profesi yang lain. Serta pengaruh budaya organisasi termasuk keadaan geografis tempat pelayanan kesehatan. Karena banyaknya hambatan dalam komunikasi tim yang efektif, maka perlu dilakukan beberapa hal dengan melatih strategi komunikasi yang efektif, melakukan kerjasama tim dengan bersama-sama, melatih tim dengan simulasi, menentukan tim inklusif sesuai disiplin ilmu, membuat tim yang demokratis, melatih kerja tim sesuai dengan SOP, meningkatkan budaya organisasi dalam kerjasama tim.

  46. Menurut saya, artikel tersebut memberikan informasi tentang apa saja faktor yang menghambatan dalam pelayanan kesehatan dan cara mengatasi kendala tersebut guna menciptakan kerja sama tim yang efektif. Kerja sama tim dan komunikasi yang efektif sangat diperlukan dalam pelayanan kesehatan untuk memastikan agar pelayanan yang di berikan kepada pasien itu aman dan efektif. Tetapi banyak sekali hambatan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan saat melakukan pelayanan kepada pasien di tempat pelayanan kesehatan. Hambatan tersebut berfokus pada komunikasi dan biasanya didasari oleh pendidikan, psikologi dan organisasi. Untuk mengatasi atau meminimalisir hambatan tersebut ada 7 upaya yang perlu diterapkan, yaitu 1) ajarkan komunikasi yang efektif, 2) melakukan pelatihan tim menggunakan simulasi, 3) malukan pelatihan bersama tim, 4) menentukan tim inklusif, 5) menciptakan tim demokratis, 6) kerja sama tim dengan protocol dan prosedur, 7) mengembangkan budaya organisasi dengan mendukung tim kesehatan. Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat mengatasi hambatan yang ada, sehingga kerja sama tim meningkat dan komunikasi lebih efektif agar memerikan yang terbaik kepada pasien.

    Nama : Pitasari Nastiti
    NIM : 101711123053

  47. Pebriarti Riski Ramadani
    (101711123010)

    This article is talk about the importance of teamwork in modern healthcare.Teamwork is about how one health professional can connect to other health professionals in a good communication to give the safe patient care because it’s the main focus of the healthcare.But it isn’t as easy as like what we think.There are three factors that can be the barriers.First,educational factor is about the different educational background between health professionals that gives the different ways of organizing information and different perspective of understanding role and priorities of other health professional.Second,psychological factor is about the distinction of identity between health professional.There’s thought about “ingroup” and “outgroup” distinction,our group is more needed and others are less desirable.The hierarchical structure can be the barrier also.Senior feel pleasure in healthcare to give command and less senior isn’t dare to give suggestion.Third,organizational and physical geography factors.The physical geography of a hospital and the geographical location of patient can affect the efficiency of scheduled activities.These three barriers can be overcome by this seven-step plan.These are teaching affective communication strategies,training teams together,and training teams using simulation (educational),defining inclusive teams and creating democratic teams (psychological),supporting teamwork with protocols and procedures and developing and organizational culture supporting healthcare teams (organizational).

  48. Artikel diatas menjelaskan tentang kerja tim dan komunikasi yang efektif untuk memastikan perawatan pasien yang efektif dan aman karena pada saat ini yang dibutuhkan pasien adalah pelayanan yang excellent. Tidak ada pelayanan yang excellent tanpa komunikasi dan kerja tim yang baik, namun perubahan pelayanan kesehatan modern saat ini belum didukung dengan sistem komunikasi yang baik. Kerja tim yang efektif dapat dicapai jika seluruh anggota tim memiliki rasa percaya dan saling menghormati dalam memberi dan menerima umpan balik atas kinerja, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga dapat mencapaikan informasi secara akurat dalam istilah lain “satu Bahasa” dan memiliki mental kebersamaan. Prinsip dalam mengembangkan mental kebersamaan dan kinerja tim yang efektif yaitu informasi antar anggota tim. Namun kendala pasti ada,biasanya didasari oleh beberapa factor yaitu pendidikan,psikologi dan organisasi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengajarkan strategi komunikasi efektif, melatih tim secara bersama, melatih tim menggunakan simulasi, mendefinisikan tim yang inklusif, memandang tim dengan hal yang positif, membuat tim yang demokratis, memberi dukungan kerjasama dengan menggunakan protokol dan prosedur, mengembangkan suatu budaya organisasi dengan mendukung tim kesehatan.

  49. There are many barriers of teamwork in healthcare especially of failures in communication as the underpinning conditions required for effective teams. We know that failures in interprofessionals teamwork and communication lead directly to compromised patient care, staff distress, tension, inefficiency and make a substansial contribution to medical error.
    Salas proposed a model for five keys of effective teams such as team leadership (not only task coordination and planning, but development of the team, motivation and establishing a positive atmosphere), mutual performance monitoring, backup behaviour, adaptability and a team orientation. These are coordinated by the underpinning mechanism of mutual respect and trust, closed-loop communication, and shared mental models. Then we can develop the effective healthcare teamwork with promote a seven-step plan of educational (teach effective communication strategies, train teams together and using simulation), psychological (define inclusive teams and create democratic teams) and organisational strategies (support teamwork with protocols procedures and develop an organisational culture supporting healthcare teams) with effective team communication.
    So an effective teamwork needs an effective team communication between healthcare professionals to overcoming barriers in healthcare. Because the modern healthcare is delivered by teams rather than individuals and requires the cooperation of healthcare professionals from multiple disciplines.
    (DITA RAHMAWATI-101711123039)

  50. Nama : Retno Trihastuti
    Nim : 101711123029
    Artikel diatas memahas tentang Pelayanan Kesehatan di salah satu Rumah sakit. Faktor penghambat dalam suatu organisasi adalah kegagalan komunikasi antara tenaga professional kesehatan, untuk mengidentifikasinya dengan menggunakan model mental bersama ( pemahaman tentang situasi, rencana untuk perawatan, peran dan tugas masing2 individu), saling menghormati, percaya dan menggunakan system komunikasi tertutup serta membuat tim yg efektif.
    Untuk mengatasi segala hambatan yang berpengaruh terhadap keselamatan pasien tersebut dapat diukur melaluai efisiensi perawatan, tingkat komplikasi dan mortalitas.
    Perawatan kesehatan secara modern diberikan oleh tim kepada individu dimana memerlukan kerja sama secara professional kesehatan dalam berbagai disiplin ilmu. Dalam kenyataanya hal tersebut tidak di dukung oleh system komunikasi antara tenaga professional kesehatan dan pendekatan di awal pun juga tidak dapat diandalkan akan berdampak pada perawatan kesehatan pasien Tim Berbasis Rumah Sakit adalah Pendidikan, Psikologis dan Organisasi
    Terdapat 5 Kunci Efektif
    1. Kepemimpinan dala suatu tim yang mencakup tentang perencanaan, pengembangan tim, motivasi dan membangun suasana kerja yang positif
    2. Pemantauan kinerja bersama.
    3. Perilaku cadangan.dalam hal ini adalah pemahaman yang cukup ttg tugas orang lain agar ketika dalam situasi tertentu anggota tim dapat mengambil tindakan selanjutnya.
    4. Kemampuan beradaptasi dan orientasi Lingkungan. Dalam hal ini Kemampuan tim merespon perubahan lingkungan dan merubah rencana pengelola pasien.
    Dalam mengatasi hambatan atau kendala dan bagaimana mewujudkan tim yang efektif
    Pendidikan :
    1. Mengajarkan strategi komunikasi yang efektif
    2. Melatih Tim dengan menggunakan metode kereta api.
    Psikologi :
    1. Menentukan Tim insklusif
    2. Menciptakan tim yang demokratis
    Organisasi :
    1. Dukungan kerjasama tim dengan pembuat kebijakan
    2. Mengembangkan budaya organisasi

  51. Pebriarti Riski Ramadani
    (101711123010)

    This article talks about the importance of teamwork in modern healthcare.Teamwork is about how one health professional can connect to other health professionals in a good communication to give the safe patient care because it’s the main focus of the healthcare.But it isn’t as easy as like what we think.There are three factors that can be the barriers.First,educational factor is about the different educational background between health professionals that gives the different ways of organizing information and different perspective of understanding role and priorities of other health professional.Second,psychological factor is about the distinction of identity between health professional.There’s thought about “ingroup” and “outgroup” distinction,our group is more needed and others are less desirable.The hierarchical structure can be the barrier also.Senior feel pleasure in healthcare to give command and less senior isn’t dare to give suggestion.Third,organizational and physical geography factors.The physical geography of a hospital and the geographical location of patient can affect the efficiency of scheduled activities.These three barriers can be overcome by this seven-step plan.These are teaching affective communication strategies,training teams together,and training teams using simulation (educational),defining inclusive teams and creating democratic teams (psychological),supporting teamwork with protocols and procedures and developing and organizational culture supporting healthcare teams (organizational).

  52. Pelayanan kesehatan modern saat ini mengharuskan adanya kerja sama tim dan komunikasi yang efektif oleh para profesional kesehatan dan berbagai disiplin ilmu, agar mampu memberikan perawatan pasien yang efektif dan aman. Namun kenyataannya, masih terdapat faktor-faktor yang menjadi hambatan untuk mencapai kerjasama tim dan komunikasi yang efektif. Hambatan tersebut meliputi faktor pendidikan yaitu tenaga kesehatan tidak memiliki background pendidikan yang tidak sama. Yang kedua faktor psikologi yaitu bagaimana cara indidvidou untuk mencapai tujuan karena masing-masing individu memiliki cara yang berbeda-beda, dan faktor organisasi yaitu tim yang didistribusikan secara geografis, dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan komunikasi dengan potensi bahaya bagi pasien. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cara menggabungkan strategi pendidikan, psikologis dan organisasi. mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, melatih tim untuk sering bekerja bersama, pelatihan dengan simulasi seperti penggunaan metode komunikasi yang baik dan peningkatan pemahaman antar interdisipliner, menciptakan tim inklusifdengan orientasi tim, menciptakan tim yang demokratis, mendukung kerja sama tim dengan prosedur untuk menciptakan informasi yang baik,mengembangkan sebuah budaya organisasi yang mendukung pelayanan kesehatan.

    HASNIYAH RIZKA KUMALA
    101711123057

  53. Artikel “Teams, tribes and patient safety: overcoming barriers to effective teamwork in healthcare” menjelaskan tentang kerja tim yang efektif dalam pelayanan kesehatan, dimana pelayanan kesehatan mengandalkan kerja tim yang efektif yang dibangun dari komunikasi efektif sehingga dapat meningkatkan keselamatan pasien. Namun dalam pelaksanaannya, perubahan dalam pelayanan kesehatan tidak didukung oleh perubahan system. Pendekatan antara tenaga kesehatan masih belum efektif. Karena ada beberapa hambatan diantaranya karena factor pendidikan, factor psikologi dan factor organisasi. Strategi untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu
    1. Ajarkan komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dari segala bidang.
    2. Berlatih bersama tim
    3. Pelatihan tim menggunakan simulasi
    4. Mendefinisikan apa saja yang ada dalam tim tersebut
    5. Membuat tim yang demokrasi
    6. Mendukung kerja tim sesuai dengan protocol dan prosedur
    7. Mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim pelayanan kesehatan

  54. Pelayanan kesehatan modern saat ini mulai mengalami perubahan dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak adanya dukungan pada perubahan sistem komunikasi antara profesional kesehatan. Sistem komunikasi yang tidak mendukung pelayanan kesehatan tersebut akan berdampak pada perawatan pasien yang tidak efektif serta memberikan pengaruh pada kesalahan medis. Pada artikel diatas membahas pentingnya suatu komunikasi yang efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Komunikasi yang efektif memiliki beberapa hambatan yakni hambatan pada pendidikan, psikologis, dan organisasi. Hambatan mengenai pendidikan komunikasi hanya berfokus pada tenaga kesahatan ke pasien bukan antar teman sejawat. Hambatan secara psikologis terdapat perbedaan identitas antara tenaga kesehatan. Hal tersebut yang dapat menyebabkan ketegangan pada pelayan kesehatan yang dilakukan. Selain itu, terdapat hambatan organisasi yang bertindak sebagai penghalang untuk berbagai informasi dengan para tenaga kesehatan tentang kesulitan dalam perawatan pasien. Dari ke tiga hambatan tersebut maka dilakukan sebuah intervensi untuk meningkatkan sistem komunikasi dan informasi. Terdapat tujuh intervensi diantaranya mengajarkan strategi komunikasi yang efektif, melatih tim bersama, menggunakan simulasi seperti tim kereta api, menentukan tim inklusif, menciptakan tim yang demokratif, mengembangkan dukungan kerjasama dengan mengambil kebijakan, mengembangkan budaya organisasi yang mendukung tim layanan kesehatan.

    NAMA : SINDI EKA PUTRI
    NIM : 101711123033

  55. Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sebuah industri yang melibatkan multi disiplin ilmu dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Dengan beragamnya jenis profesi yang semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seharusnya mampu bersinergi dan menjadi modal yang baik untuk menciptakan sebuah layanan yang paripurna. Namun seringkali banyak benturan-benturan yang harus dihadapi. Faktor penyebab benturan tersebut dapat dikelompokkan karena faktor psikologi, organisasi dan pendidikan. Merasa bahwa ilmu dari profesinya lah yang paling benar tanpa mau melihat bahwa mungkin ada ilmu dari profesi lain yang sebenarnya bila mau disinergikan bisa menghasilkan suatu inovasi dalam pelayanan kesehatan. Bisa juga karena ada faktor senioritas. Karena merasa sudah punya pengalaman yang banyak dalam menangani pasien, karyawan senior ataupun kepala unit tidak mau menerima pendapat atau saran dari bawahannya. Padahal bisa jadi apa yang disampaikan lebih inovatif, kreatif, dan lebih cepat menyelesaikan masalah. Disisi lain organisasi kurang respon dan peka terhadap hal tersebut. Akibatnya suasana kerja tidak memberikan kenyamanan dan berimbas pada pelayanan yang diberikan. Diperlukan keterbukaan, komunikasi yang efektif, toleransi, menghargai, dan saling support. Dengan melakukan FGD, outbound, pelatihan ESQ yang melibatkan semua level diharapkan mampu tercipta ikatan dan menepiskan kesenjangan masalah yang ada. Dan pada akhirnya mampu memberikan layanan kesehatan yang paripurna bagi masyarakat.

  56. Sonny Marsetyo / 101711123035
    Dalam memberikan pelayanan kesehatan sangat diperlukan sebuah komunikasi dan kerja sama tim yang baik untuk mewujudkan kesehatan dan keselamatan pasien. Hal tersebut menjadi fokus utama dari segala tindakan pelayanan kesehatan di rumah sakit kepada pasien dan keluarga pasien guna menghindarkan terjadinya kejadian yang tak diinginkan di rumah sakit. Namun masih dijumpai beberapa kendala dalam komunikasi dan kerja sama tim yang baik antar tenaga kesehatan di suatu rumah sakit. Salah satu kendala yang dijumpai adalah perbedaan latar belakang pendidikan dan profesi yang ada. Seperti diketahui, di rumah sakit tenaga kesehatan dibagi menjadi tenaga kesehatan medis dan non medis (penunjang medis). Tenaga medis seperti yang diketahui mereka lebih banyak berkomunikasi dengan pasien dibandingkan dengan tenaga non medis. Tenaga medis yang memiliki kewenangan klinis untuk terjun langsung dengan pasien sering menganggap bahwa profesi non medis kurang begitu penting dalam pelayanan kesehatan. Padahal tenaga kesehatan non medis memiliki peranan yang penting dalam penegakan diagnosa terhadap pasien. Adapun faktor penyebab buruknya komunikasi dan kerja sama tim di rumah sakit adalah adanya tingkatan senior. Tenaga junior tidak dapat menegur tenaga senior yang melakukan kesalahan karena tenaga senior dianggap paling benar. Ada pula faktor lain seperti jarang memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit dalam satu waktu jadwal kerja yang sama karena di rumah sakit terdapat pembagian tiga waktu jadwal bekerja. Tiga faktor tersebut memiliki pengaruh yang besar terbentuknya komunikasi dan kerja sama tim yang baik dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien dan keluarga pasien di rumah sakit. Sehingga perlu dilakukan tujuh cara efektif untuk menciptakan sebuah tim yang efektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s