Inilah Pengganti Scholarlyoa.com

science-journals.jpg.size.xxlarge.promoMasih ingat blog scholarlyoa.com yang digawangi Jeffrey Beall tutup pada 15 Januari 2017 lalu. Kita ingat blog scholarlyoa.com yang dikelolanya sebagai sebuah portal pendeteksi atau setidaknya kita sebut sebagai acuan para akademisi dan peneliti yang ingin melakukan publikasi di jurnal (khususnya terindeks internasional). Di blog tersebut terdapat sekian ratus bahkan jumlahnya terus bertambah setiap update nya berisi daftar nama jurnal ilmiah online yang terkategori predator.

Jurnal predator setidaknya sering memakan korban para akademisi dengan memalak meminta sejumlah uang agar manuskripnya bisa segera diterbitkan tanpa proses review seperti jurnal internasional pada umumnya. Sangat disayangkan juga ternyata jurnal predatory juga ada yang masuk dalam indeksisasi scopus. Ada beberapa memang tapi tidak banyak. Dan ini juga dipakai sebagai jalan pintas bagi beberapa orang untuk menyandang predikat sebagai “scopus-mania”.

Ok, bicara lagi soal scholarlyoa.com yang tutup. Istilah lainnya lebih tepatnya menutupkan diri. Setidaknya dulu ramai, dan di lingkungan Universitas Airlangga sendiri tim TPJ Unair waktu itu menginformasikan bahwa harus lebih hati-hati dalam pemilihan jurnal.

Alasan penutupan scholarlyoa sendiri sangat pribadi. Berikut beberapa cuitan yang pernah ada perihal penutupan ini.

Screen Shot 2017-10-07 at 05.21.28

Intinya penutupan ini karena beberapa pihak merasa dirugikan oleh Jeffrey Beall dan alasan penutupan blog tersebut lebih pada aspek politis dan sudah mengarah pada ancaman.

Mafia predator jurnal memang mengakar, dan sasarannya adalah para akademisi di negara berkembang dan universitas yang ingin mendongkrak posisinya di internasional. Ini sasaran empuk, termasuk Indonesia. Oleh karena itu kita harus ekstra berhati-hati.

Pertanyaanya apakah setelah blog scholarlyoa.com dinyatakan tutup masih ada jalan bagi kita untuk melihat daftar jurnal predator alias abal-abal?

Jawabannya “ADA”

Beberapa relawan jurnal yang giat “memburu” jurnal predator setidaknya melakukan langkah untuk membuat sebuat situs anonim sebagai backup dan gerakan untuk melawan para jurnal predator. Gerakan ini melahirkan sebuah situs.

Screen Shot 2017-10-07 at 05.47.28

https://predatoryjournals.com

Mereka tidak ingin tampak dan bermain secara perseorangan, tetapi mengajak semua anonim pegiat jurnal untuk ikut berkontribusi.

After Jeffrey Beall took down his list of predatory journals in January 2017 in order to avoid continued harassment and threats, a small group of scholars and information professionals decided to anonymously rebuild and resurrect that list.
The anonymity of the maintainers allows for them not to be harassed, but the structure of the site and the platform allows for a community-based approach to curating and maintaining these lists. It is hoped that a community of people will develop around the site in order to vet and investigate journals already on the lists and contribute new submissions. To read more about Beall’s list, see the article in Inside Higher Ed: “No More ‘Beall’s List’” by Carl Straumsheim (January 18, 2017).

Di dalam situs https://predatoryjournals.com tersebut setidaknya ada tiga daftar besar yang dikelompokkan, yaitu list of predatory publishers, list of hijacked journals dan list of predatory journals.

Ketiga daftar tersebut akan memudahkan kita semua untuk melihat apakah jurnal yang akan kita tuju untuk publikasi masuk dalam predikat predator. Walaupun sebenarnya kita bisa mengetahui jurnal predator itu dengan cara melihat bagaimana proses review dan apakah ada biaya diawal yang cukup besar serta bisa langsung memastikan jurnal kita diterima tanpa berbelit. Itu salah satu indikatornya. Tapi tidak salahnya kita membuka situs https://predatoryjournals.com agar bisa melihat bahwa ternayat jurnal abal-abal di dunia sudah menjadi sebuah bisnis bermafia.

Oya, https://predatoryjournals.com juga mempunyai akun twitter lho. Jadi kalian bisa follow di @stoppredatoryj atau di email mereka disini stop@predatoryjournals.com

Semoga berguna ya!

Dirgahayu TNI ke 72: Bersama Rakyat TNI Kuat!

Pak Dirman, Panglima besar TNI. Sosok yang layak disebut pahlawan sejati. Jadi ingat sejarawan Anhar Gonggong pernah berkata kepahlawanan pak Dirman tergambar jelas bahwa definisi pahlawan adalah orang yang berupaya sekuat tenaga melebihi kemampuan dirinya sendiri. Artinya kondisi fisik yang kala itu begitu memungkinkan untuk tidak memimpin sendiri perang gerilya keluar masuk hutan tidak sedikitpun menghalangi. Bahkan rayuan Soekarno tidak mampu menghalanginya. Untunglah kita dan TNI punya seorang bapak “role model” seperti beliau. Selamat HUT TNI ke 72. TNI Kuat Bersama Rakyat!

Pak dirman
Pak Dirman ketika masih menjabat sebagai pucuk pimpinan PETA. (Courtesy: @tukangpulas