Novel dan Tantangan Shubuh Berjamaah

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan Shalat isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua Shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak” (HR. Bukhori: 657)

Penaklukan Tastar dan Sebuah Penyesalan

Kutipan Hadits Shahih diatas mengingatkan kita tentang keutamaan Shalat Shubuh dan Isya’ bagi yang mengaku umat Islam. Tidak perlu kita ragukan lagi keutamaannya, seperti riwayat Anas ibn Malik yang menaklukkan pertahanan benteng Tastar bangsa Persia. Sejatinya riwayat Anas ibn Malik merupakan sebuat “tragedi” yang seumur hidup dia sesali. Tastar sendiri adalah satu daerah sentral yang merupakan jantung dari kerjaan Persia. Pasukan Muslimin butuh waktu setengah tahun untuk menaklukannya. Penaklukan itu sendiri mengerahkan 30.000 pasukan Muslim yang menghadapi 150.000 pasukan Persia. Dari penggambarannya jelas bahwa kota ini bukan kota yang mudah direbut.

Penyesalan Anas ibn Malik dimulai saat detik-detik jatuhnya Tastar terjadi menjelang fajar, benteng yang kokoh itu berhasil direbut. Namun tidak dengan kotanya. Peperangan terjadi disemua sudut kota. Teriakan takbir, derap kuda dan pedang beradu menggambarkan betapa mencekamnya suasana saat itu. Atas ijin Alloh maka kota berhasil direbut. Saat peristiwa itu terjadi matahari terlanjut muncul, dan kaum muslimin terlambat menyadari bahwa mereka belum Shalat Fajar dan Shubuh. Momentum inilah yang membuat Anas ibn Malik tidak berhenti menangis. Ia merasa tidak berguna merebut sebuah kota tapi sudah kehilangan dunia dan seisinya. Bukankah ‘Aisyah telah membawakan sebuah hadits?

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua raka’at fajar, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

 

Shubuh Bukan milik Kaum yang Lemah

Barangkali kita semua tahu untuk beranjak dari tempat tidur yang hangat dan membasuh tubuh dengan guyuran air wudhu yang dingin bukan hal yang nyaman bagi beberapa dari kita. Disaat kita masih melawan rasa kantuk itu, kita harus sadar ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang Muslim.

Lebih lanjut pengorbanan sang penjuang Shubuh nyata tantangannya berkaca dari kasus yang sampai sekarang menjadi perhatian kita semua. Ya, kita yang ada dipihak garis lurus melawan rente koruptor.

17799209_1270594446310872_6427914021675087169_n

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar melalui situs berita online Detik.com bahwa sejak Novel menangani kasus besar mulai reklamasi teluk Jakarta dan e-KTP, Novel sudah banyak bercerita tentang dirinya yang selalu mendapatkan teror. Penyidik senior KPK tersebut sebenarnya sudah merubah pola gerakan sehari-hari pasca laporan dari tetangga soal foto beberapa pria yang setiap hari selalu mengawasi rumahnya.

 

“Ini kan bukan yang pertama. Minggu lalu, Novel ketemu saya di PP Muhammadiyah dan cerita bahwasanya di rumahnya itu sering diintai oleh orang tak dikenal,” kata Dahnil di Jakarta Eye Center, Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017). (Sumber: Detik.com)

Tetapi sebagai seorang Mujahid anti korupsi maka hanya satu pola keseharian yang tidak berubah dari diri Novel Baswedan. Novel selalu menjalankan Sholat Shubuh berjamaah di masjid dekat rumahnya. Hal ini dijadikan celah oleh Teroris Rente untuk menyerang Novel.

“Cuma yang tidak berubah itu, cuma satu pola kegiatan dia, yaitu salat subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya. Jadi, kalau yang lain dia berangkat jam berapa, dia naik apa, itu polanya berubah. Satu yang tidak berubah, dia pasti salat subuh berjemaah di masjidnya,” ucap Dahnil.

“Cuma pada pola itulah Novel diserang,” sambungnya. (Sumber: Detik.com)

Lebih dari itu seorang Novel yang dulu sempat dihancurkan karirnya dan dikriminalisasi  adalah seorang yang sudah lama diincar karena dia adalah petarung sejati. Berkali-kali diincar untuk dibunuh untuk kesekian kalinya. Penyataan itu dilontarkan mantan ketua umum PP Muhammadiyah Buya Syafi’i Maarif.

“Dia sudah lama diincar karena orang ini petarung sejati. Dan Berkali-kali diincar untuk dibunuh untuk kesekian kalinya.” Ujar Buya Syafi’i Maarif.

Sampai saat ini kondisi Novel masih sangat riskan terutama bagian mata kiri, Novel dibawa ke Singapura untuk menjalani serangkaian pengobatan pada matanya setelah dirawat di Jakarta Eye Center. Pada kondisi yang demikian kita hanya bisa memohon doa kepada sang Khalik agar kesakitannya tidak melemahkan KPK dan disegerakan sembuh dan bertugas sebagai Mujahid anti korupsi.

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

 ” Mas, hanya mereka yang merawat ketauhidan yang berani berjuang untuk kebenaran, dan Tetap berdiri dijalan amar makruf nahi mungkar, kita percaya Ada kekuatan yang Maha besar Yakni Allah SWT, yang lain kecil, orang-orang seperti itu yang bisa menjadi sahabat baik, dalam perjuangan”. (Penuturan Dahnil Anzar)

Kekaguman kita pada keluarganya yang terlihat sangat Tegar dan bangga. Sungguh bangga Ibu yang melahirkan Anak dengan integritas dan keberanian seperti Novel Baswedan. Novel Baswedan adalah wajah keberanian sejati, wajah konsistensi, wajah integritas Anak negeri yang tidak pernah kalah dengan teror dari mana pun, karena dia percaya Allah SWT adalah Pelindung sejati (Anzar, Dahnil, 2017).

Pesan dari Bandit Koruptor

Setidaknya ada beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh para bandit dan teroris koruptor kepada KPK sebagai insitusi pembasmi korupsi. Pertama, Ini sebagai lampu merah, bagi para penyidik yang punya keberanian sejati dan Tauhid yang tebal untuk berfikir ulang dan menjadi pesan kuat bagi publik untuk takut. Teroris ini nyata mengancam dan membuat ketakutan publik dengan melakukan gerakan ala preman. Kedua, Ada pesan tersirat namun nyata bahwa teroris sengaja membuat ketakutan pada gerakan Shubuh berjamaah, barangkali pendapat ini prematur namun dengan gaya yang demikian pesannya jelas bagi para Mujahid bahwa pola keseharian Sholat Shubuh Berjamaah adalah sebuah pola yang rutin dilakukan para Mujahid yang barangkali hanya itu kesempatan untuk menyerang mereka. Ketiga, kaum Munafik tidak akan pernah mau menempuh amalan Shubuh berjamaah bahkan akan kendur nyalinya jika dihadapkan pada teror yang demikian. Novel adalah contoh seorang yang punya nilai integritas kelas wahid pada Tauhid dan Nahi Munkar nya. Keempat, Sudah saatnya kita sebagai sesama muslim dan sebagai warga bernegara tidak pernah takut pada teror dari mana pun, karena sebagai Muslim kita harus percaya pada Alloh SWT adalah Pelindung sejati. Maka, mari temani Novel Baswedan, jangan Biarkan semangat Lawan Korupsi untuk Indonesia yang lebih baik Padam oleh Teror para bandit Politik, begitu jelas pesan Dahnil Anzar mengajak kita semua.

Bang Novel Baswedan, kami mungkin tidak setegar dirimu, Abang membuat kami bangga. Orang seperti Abang lah yang sekarang harus dilihat generasi muda bangsa sebagai tokoh panutan sejati. Biarlah kami belajar padamu tentang jiwa tegar Mujahid sejati yang Tauhidnya ada bersama setiap langkahnya. Berikanlah anak muda ini pelajaran.

 

Mulyorejo, 12 April 2017

#TemaniNovelBaswedan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s