Menggali Makna Khandaq (2/7): Memberi Bukti tak Sekedar Teori

Melanjutkan #SerialKhandaq sebelumnya. Perang Khandaq yang menurut beberapa sumber sejarah berlangsung sekitar 31 Maret – April 627 Masehi (5 Syawal Hijriah). Dalam perang ini Salman Al Farisi, seorang sahabat Rosulullah dari Persia memberikan ide untuk membuat Khandaq (Parit) untuk menghalau kaum Quraisy dan Yahuni Bani Nadir, tidak tanggung-tanggung Khandaq yang digali lebarnya 5 meter dan sedalam 3 meter.

Namun ada yang menarik dalam upaya penggalian Khandaq ini. Rosulullah turun ikut menggali Khandaq bersama para sahabat yang kala itu menderita dengan rasa lapar. Lebih “tertohok” lagi saat itu pula Sahabat melihat perut Rosulullah tersingkap dan diganjal oleh batu sebagai penahan lapar. Para sahabat kala itu merasa “tertohok” saat Rosullulloh yang mereka tahu lebih lapar daripada mereka memecahkan batu dengan tangannya sendiri saat didapati pada salah satu Khandaq terdapat bongkahan batu besar.

Kala itu Rosullullah berjalan melewati kaum Muhajirin dan Anshar yang sedang kelelahan menggali parit seraya berdoa:

“Ya Allah, sesungguhnya kehidupan yang kekal adalah kampung akhirat, maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin”

Rasulullah datang kembali membawa martil kemudian mengucapkan Bismillah untuk memecahkan bongkahan Batu Besar.

Pukulan pertama, beliau katakan “Allahu Akbar, telah diberikan kepadaku kunci-kunci Syam. Demi Allah, saat ini aku benar-benar melihat istana-istana yang (penuh dengan gemerlapan)”

Pukulan kedua, beliau katakan “Allahu Akbar, telah diberikan kepadaku negeri Persia. Demi Allah, aku benar-benar melihat istana kerajaannya yang penuh dengan gemerlapan sekarang ini.”

Pukulan ketiga, “Allahu Akbar, aku benar-benar diberi kunci-kunci kerajaan Yaman. Demi Allah, aku benar-benar melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku ini”
Maka terpecahlah bongkahan batu tersebut dengan sempurna.

Sobat, ada banyak pelajaran buat saya pribadi dan kita semua mengenai energi keteladanan Rosullullah. Energi kepemimpinan yang luar biasa. Seorang pemimpin harus menjadi Problem Solver, pemompa semangat dan motivasi, Solusi konkrit sebagai contoh yang diberikan Baginda Nabi Muhammad yang turun langsung memecahkan batu-batu besar dan menggali tanah untuk parit.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Barra’ RA, beliau berkata: ”Pada waktu perang Ahzab (khandaq), saya melihat Rasul saw menggali parit dan mengusung tanah galian sampai-sampai saya tidak melihat dada beliau yang berbulu lebat karena tebalnya tanah yang melumurinya”.

Allahu Akbar!

#SerialKhandaq
#2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.