Home

Wonokitri dan Kearifan Lokal

Dari desa Wonokitri, kami menggali kearifan lokal yang menghilangkan barrier dalam aksesibilitas pelayanan kesehatan.
Dalam struktur masyarakat di Wonokitri, ada 2 pemangku kepentingan yang bersinergi. Kepala Desa sebagai pemangku kepentingan administratif desa, dan Pak Dukun sebagai kepala adat.

Pak Dukun (foto:ditengah) bernama Supayadi sudah 17 tahun mengabdi sebagai kepala adat di Wonokitri. Dia dibantu oleh 8 orang perangkat adat yang terdiri dari Pak Legen (Menyiapkan kelengkapan upacara adat), Pak Sepuh (Menyiapkan acara upacara kematian) dan Pak Sanggar (Sebagai penyedia tempat upacara/ritual). Posisi Pak Dukun diperoleh setelah mengikuti ujian Mulunen pada ritual Kasodo di Bromo dan atas dasar musyawarah desa.

#KajianAksesibilitasKesehatan
#TosariBromo – at Desa Wonokitri Bromo

View on Path

About iaridlo

Ilham Akhsanu Ridlo is lecturer and researcher of Public Health at Universitas Airlangga. His research examines health policy and administration; social and trust determinants of health policy; and how health policies can reduce health inequalities. His research engages interdisciplinary, applying theories and methods between the social sciences, public health and health policy. He is currently a managing editor of Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia (JAKI).

0 comments on “Wonokitri dan Kearifan Lokal

Leave a Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: