Grow with passion (5/30): Parasocial interaction itu bernama Brad-Jolie

Acara gosip yang sekarang ngetren dinamai infotainment bahkan bertransformasi menjadi newstainment menjadi acara yang sudah kami tinggalkan lama sejak kami menikah. Terlebih saya. Bahkan saya sudah tidak pernah tahu secara langsung dari media elektronik kasus apa saja tentang kehidupan artis yang kekinian. Itupun tidak cukup membendung berita gosip masuk telinga saya. Perkembangan dunia keartisan lebih banyak saya dengar dari lingkungan tempat bekerja. Jika saya dengar mereka ngobrol di luar topik padatnya aktivitas.

Berkaca dari beberapa kasus kehidupan artis yang menjadi konsumsi publik akhir-akhir ini, sampai yang ‘panas’ minggu ini yaitu kasus perceraian Angelina Jolie-Brad Pitt. Saya tertarik untuk melihat bagaimana sih khalayak ramai bisa begitu hebohnya dengan beragam kasus yang melihatkan kehidupan pribadi artis atau tokoh. Bahkan kehidupan privasi sekali.

Dalam sebuah jurnal yang sudah sangat lama dirilis muncul sebuah istilah yang dinamai dengan ‘parasocial relationship’. Istilah ini merujuk pada sebuah paper yang ditulis oleh Donald Horton dan Richard Wohl pada tahun 1956. Judul artikel ilmiah ini adalah ‘Mass Communication and Para-social Interaction: Observations on Intimacy at a Distance’, Psychiatry 19: 215-29. Jurnal ilmiah ini penjelasan tentang sebuah teori interaksi parasosial yang kala itu muncul akibat booming nya layar kaca era itu. Khususnya pada program televisi yang memuat artis dan tokoh. Sebuah jurnal dan penelitian yang kekinian era itu.

Richard Wohl sejatinya adalah seorang sosiolog yang kala konsen pada bidang kajian relationship khususnya dengan pendekatan media. Publikasi ilmiah yang kala itu fenomenal bertajuk parasocial interactions merupakan paper yang berpengaruh, bersama Donald Horton sebagai co-author. Namun pada tahun 1957 Wohl meninggal dunia karena kanker.

Parasocial Relationship’ ialah sebuah kedekatan “jarak jauh” yang sebenarnya ‘semu’ sebagai hasil dari propaganda media. Salah satu karakter yang jelas dibuat oleh media massa, baik radio, televisi dan film, adalah menciptakan ilusi seolah-olah mereka sudah sering bertatap muka, sehingga menimbulkan hubungan dan kedekatan, meski di satu sisi sang selebriti tidak mengenal sama sekali.

Gejala ini yang sekarang sudah menjadi sebuah epidemik massa khususnya di kajian sosial. Kita bisa sangat begitu ‘kepo’ dengan kehidupan publik figur sebut saja artis, tokoh politik, sampai kehidupan persidangan kasus pembunuhan. Bahkan yang gak update bukan kekinian.

Sosial media memegang peranan penting sebagai salah satu pembentuk gejala sosial demikian. Televisi sebagai penyedia konten, sedangkan ibarat perapian, Sosial media sebagai kayu bakar yang diberi angin segar. Jadilah api yang cukup besar. Christine Phelps menjelaskan keterkaitan media sosial dengan gejala parasocial relationship dalam tesis ilmiah dengan judul Parasocial Relationships and Social Media Usage.

Bagai cinta bertepuk sebelah tangan gejala sosial ini sesungguhnya merupakan hubungan satu arah yang aneh, emosional karena individu merasa terikat disaat bersamaan individu yang dikagumi tidak mengenal dan tidak menyadari keberadaan mereka.

Horton dan Wohl dalam artikelnya yang saya bahas di paragraf sebelumnya menjelaskan jika sebuah acara televisi favorit batal ditayangkan, seseorang akan kerap merasa seperti kehilangan teman. Duh, betapa kita ini ternyata sudah menderita sebuah kesendirian yang tidak kita sadari sedari dulu. Tahun 1956 gejala sosial ini sudah ada!

Dalam kasus Brangelina dan perceraiannya, para penggemarnya merasakan kesedihan yang mendalam, sedalam mereka yang sudah tahu kehidupan pribadinya sejak pacaran sampai sekarang. Kekuatan interaksi inilah yang membuat beberapa artis dan publik figur pada akhirnya sadar bahwa mereka adalah sebuah brand. Dan dengan kekuatan itu mereka dengan gampang membuat produk yang mereka labeli dengan nama mereka sendiri. Dan itu laris manis!

Nah, kepikiran untuk punya banyak fans? ya bisa saja, dan anda harus bersiap jika ada seseorang diluar sana rela ‘bunuh diri’ untuk anda. Mengerikan bukan?

 

IAR. Surabaya. 22 September 2016.

 

2 tahun bersamamu

Saat kukirimkan ini, seumpama rindu rasanya masih sama saat pertama kali bertemu..

Saat kusertakan ini dalam doa, seumpama rasa masih sama saat pertama kali bertemu…

Saat tanganku menengadah keatas seraya mengucapkan doa bagi kita dan penerus buah kasih kita maka yang adalah rasa rindu dan cinta selalu padamu dan pada buah hati cinta kita…

2 tahun bersamamu, Satu untuk selamanya..Aaamiin..

Selasa, 13 September 2016

Kecup cinta selalu. – with Amelia and Ayesha Fathiyya Ridlo

View on Path

Orientasi Mahasiswa Baru

Arek BANGLADES (Bangsa Lamongan nDeso) mencoba meraih peruntungan nasib di Kota Pahlawan. Abaikan muka yang mringis gak jelas, akibat panasnya kampus C unair tahun 2004. Ini foto pertama kali masuk kuliah. Jalan kaki ke kampus saat Kampus C Unair belum ada pagarnya. Dan danau kampus C panasnya “kentang-kentang”. #MenolakLupa

View on Path

OSPEK

Sepulang OSPEK FKM UNAIR tahun 2004. Jalan kaki dari kampus ke tempat kost, Mulyorejo tengah. Seingat saya ini juga pertama kalinya punya handphone berkamera. Nokia 3660. #MenolakLupa

View on Path

ISMKMI

Foto aktivis ISMKMI tahun 2008. Rakernas ISMKMI di Surabaya. Masa dimana idealisme berada dalam level “dewa”. Sekarang gimana? Lebih berat mempertahankannya, itulah jawabannya.

View on Path