Sama dengan kebanyakan anak-anak lain di desa. Sembari menunggu waktu imsak mereka bermain “mercon” tradisional. Beda dengan di Jawa yang menggunakan ‘Karbit’ dan ‘bumbung’ bambu. Di sini mereka menggunakan Spirtus sebagai bahan bakar, dan pemantik api dari kompor LPG. Larutan Spirtus di semprot ke dalam tabung yang dibuat dari tumbukan botol 1 Liter air mineral (didalamnya dilapisi kaleng) dan setelah ditutup beberapa menit barulah pemantik api dinyalakan bersamaan dengan tutup tabung. Dooor..Bergema dan semaraklah ngabuburit ala anak-anak suku Mandar. #RoadToMajene

View on Path

Dibawah ramai dengan keriuhan anak-anak suku Mandar. Mengamati dari atas bukit sembari menunggu “Batal Puasa”. #RoadToMajene – at Hotel Villa Bogor Majene

View on Path