Warung Kopi

Dulu, aku masih ingat saat orang berkumpul di warung kopi semacam GIRAS bertahan sampai lama karena obrolan gayeng soal politik, sepakbola, masalah RT dan apa saja yang dianggap bisa melepas penat saat bekerja atau rehat kerja. Semua dekat dan gayeng. Masih ingat warung kopi GIRAS di sebelah kost yang menemani kami saat UAS. Minum kopi dan mengganjal perut dengan gorengan yang memang sebenarnya kaya minyak.

Kini, mungkin saja GIRAS tergantikan oleh deretan warung kopi modern yang menawarkan colokan listrik gratis dan fasilitas Wifii. Namun, mungkin saja obrolan yang ada disana nampak dari kaum muda usia, yang membahas berbagai macam masalah mereka. Mulai dari gagal move on, gebetan, tugas kuliah, sosok dosen idaman atau killer dan lain dan lainnya. Sayangnya itu semua menjadi tidak gayeng lagi saat obrolan yang hanya berjarak beberapa sentimeter itu terjadi di ruang aplikasi chatting atau group yang ada di handphone yang terkoneksi oleh Wifii sebagai konsekuensi bahwa warung kopi modern haruslah punya fasilitas itu.

Kini, deretan warung kopi di dekat kost yang dulu hanya ada televisi untuk nobar (nonton bareng) menghias dirinya dengan Wifi yang lumayan kenceng untuk download atau akses youtube..Semoga obrolan gayeng tentang siapa walikota idaman tahun depan hadir alami dari mulut ke mulut. Hati ke hati..

Wonorejo, 29 September 2015 – at Green Semanggi Mangrove

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.