Resensi Opini Tempo//
31Agustus- 6 September 2015

Kebanyakan pekerja melalui “paket” proyek yang pendanaannya dan pengerjaannya dipercayakan kepada Cina. Kebijakan lain yang mendukung ini antara lain penerbitan Permen Naker No. 16 tahun 2015 tentang penghapusan kewajiban berbahasa Indonesia. Berdalih mempermudah investasi asing yang masuk, kontra produktif dengan kenyataan bahwa pekerja “kasar” pun bisa masuk ke Indonesia dengan mudah. Isyaratnya adalah keputusasaan. Potensi konflik rasial bisa sangat terjadi. Dibandingkan dengan keuntungan apapun, kemaslahatan umat dan masyarakat di dalam negeri lebih penting. Pemerintah harus merundingkan kembali dengan para investor dan kreditor. Kecuali pemerintah memang tak peduli ironi pekerja lokal dan rakyatnya bakal seperti orang asing di negeri sendiri.

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.