Ada yang “menarik” di ‘WOW Brand 2014’

Merek Rumah Sakit Surabaya

Persaingan merek (brand) saat ini menjadi hal yang menarik. Sejak beberapa tahun yang lalu kita sudah tahu bahwa upaya Branding merupakan salah satu dari 2 pilar utama dalam strategi pemasaran. Sebut saja segitiga PDB (Positioning, Differentiation, Branding) menjadi pilihan strategi bagi para pemasaran dan praktisi termasuk juga di bidang pelayanan kesehatan (Rumah Sakit).

Kita tahu jumlah dan perkembangan merek Rumah Sakit itu sendiri berbanding lurus dengan pertumbuhan industri Rumah Sakit.

Di kota Surabaya sendiri terdapat beberapa merek Lama (Existing Brand) dengan perubahan kategori dan merek baru (New Brand) dengan ekspansi yang masif.

 

         

Beberapa merek Rumah Sakit diatas adalah contoh nyata merek Rumah Sakit yang saat ini berusaha untuk memantapkan posisinya dalam tataran strategi pemasaran.

Seiring maraknya kompetisi antar merek memperebutkan pasar di Indonesia khususnya di Industri pelayanan kesehatan (Rumah Sakit), maka loyalitas konsumen tidak lagi bisa diukur hanya berdasarkan pengulangan pembelian atau lebih kita kenal dengan sebutan loyalitas pelanggan. Di era konektivitas, masyarakat kini semakin mudah berinteraksi tanpa mengenal batas wilayah dan waktu. Keterbukaan akses ini semakin memungkinkan konsumen untuk mengenal brand lebih dalam, tidak hanya sebagai produk yang digunakan, tapi juga value yang ditawarkan. Oleh karena itu dalam segmentasi pasar terbaru Hermawan Kartajaya menjadikan masyarakat internet (Netizen) sebagai bagian dari segmentasi terbaru selain Youth, Women.

Melihat kondisi pasar yang semakin berkembang, Hermawan Kartajaya didukung oleh tim MarkPlus Inc., menghadirkan konsep WOW Brand sebagai sebuah tolak ukur pemasaran baru bagi brand. Konsep yang dirilis pertama kali dalam acara Jakarta Marketing Week 2014 lalu, terdapat lima tahap penerimaan konsumen terhadap sebuah brand, yaitu Kenal (Aware), Tertarik (Appeal), Cari Tahu (Ask), Beli (Act), dan terakhir adalah Rekomendasi (Advocate).

Suatu brand bisa dikatakan ‘WOW’, jika jumlah orang yang mengetahui brand sama dengan jumlah orang yang merekomendasikannya—terlepas dari jumlah orang yang benar-benar menggunakan produk tersebut.

Konsep tentang ‘WOW’ tersebut merupakan suatu kategori dari beberapa penilaian dalam pengkategorian kualitas merek. WOW brand sangat mungkin juga diterapkan dalam strategi merek di industri pelayanan kesehatan (Rumah Sakit). Dan dewasa ini Rumah Sakit sudah banyak mengadopsi konsep tersebut. Walaupun lebih banyak kentara dalam industri retail atau jasa non medis. Kali inipun saya meng-amini konsep Hermawan Kartajaya. No Doubt!

Berdasarkan hasil analisis tim MarkPlus, Inc., setiap industri memiliki customer path yang berbeda-beda: Gold Fish, Door Knob, Trumpet, dan Funnel. Namun berdasarkan konsep ‘WOW Brand’ ini, customer path yang paling ideal digambarkan sebagai bentuk Bow Tie karena memiliki nilai Awareness yang sama dengan nilai Advocate.

Dengan adanya konsep ini, maka MarkPlus Inc. menganugerahkan WOW Brand kepada merek-merek dari beberapa industri sebagai bentuk apresiasi yang menurut konsep tersebut adalah brand yang ‘WOW’, bukan cuman sekadar OK atau AHA.

Penilaian dan metode penelitian ‘WOW Brand’ 2014

Penilaian ‘WOW Brand’ ini sendiri didasarkan pada nilai BAR (Brand Advocacy Ratio) yang merupakan rasio antara nilai advocacy spontan terhadap nilai awareness spontan. Adapun nilai yang paling ideal adalah 1, yang berarti jumlah orang yang mengetahui brand sama dengan jumlah orang yang merekomendasikan brand tersebut.

Terdapat empat kategori utama dalam penelitian ini, consumer yang bergerak di bidang kesehatan (healthcare), kendaraan termasuk asuransi dan leasing, spare part kendaraan, dan terakhir adalah public service.

Penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling, dengan jumlah responden berbeda-beda setiap kategori. Penentuan jumlah sampel ini tergantung kepada seberapa luas kategori yang diteliti di kalangan masyarakat. Contohnya saja, jumlah responden untuk ‘consumer healthcare’ tentu saja akan lebih besar dibandingkan ‘leasing mobil’. Penelitian ini pun dilakukan di beberapa kota di Indonesia, meliputi : Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Makassar, Jayapura. Responden dipilih secara acak berdasarkan database milik MarkPlus, dengan SEC responden meliputi A hingga C. Ragam SEC ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang cukup fair bagi para pelaku industri. Sementara metode penelitian pun terdiri dari dua macam, yaitu phone interview dan face to face, tergantung kompleksitas industri yang diteliti.

Dari penelitian ini ditemukan beberapa fakta menarik, terutama kenyataan bahwa dalam penilaian WOW Brand ini, tidak melulu brand yang memiliki nilai awareness tinggilah yang menang.

Dari sekian kategori maka saya hanya mengambil tentu saja di bidang Healthcare. Berikut jawara merek untuk tahun 2014.

WOW-BRAND-ATL-GPS-HPC

Saya memotong (cropping) gambar dari http://www.the-marketeers.com/ dan sengaja saya berikan kotak pink sebagai tanda bahwa saya konsen membahas hasil penilaian  ‘WOW Brand’ 2014. Tentu saja ada yang menarik untuk kita telaah!

Ada yang Menarik dalam ‘WOW’ Brand 2014

Ada yang menarik dari pemenang merek dalam kategori General Hospital Jakarta/Botabek. Rata-rata adalah Rumah Sakit Milik Pemerintah. Seperti yang terlihat di Kelas A, dan B. Apa yang salah? tentu saja itu tidak salah!

Kategori Rumah Sakit Kelas A memang sudah pastilah dimenangkan oleh RS milik pemerintah, kenapa karena dalam teori dasar perumahsakitan kita tahu bahwa investasi RS kelas A dipastikan akan sangat padat modal, padat teknologi, padat karya, padat ilmu dan bahkan ‘padat’ semuanya. 😀 Penetapan RS kelas A pun tidak sembarangan. Dan kita tahu RS kelas A biasanya juga merupakan rujukan nasional.

Dalam peraturan menteri kesehatan penetapan RS Rujukan Nasional juga dikhususnya dengan ketentuan sertifikasi akreditasi RS sekelas JCI (Joint Commission International) dengan lima bintang. Nah ditengah perkembangan segmentasi yang menjadikan pemodal swasta lebih suka memainkan modalnya untuk RS Khusus ataupun kelas B maka tidak ada lagi pesaing berarti di Kelas A. Berat!

Pilihan masyarakat juga sudah pasti teruji, karena faktanya pemenang merek untuk general hospital adalah RS milik pemerintah yang sudah bertaraf Internasional. Khusus untuk ini kita patut berbangga! Sebut saja RSCM, RSUP Fatmawati.

Rumah Sakit lainnya juga sudah menjadi pilihan masyarakat karena ada kecenderungan mereknya sudah tertancap dari merek “turunan keluarga” yaitu RS Islam Jakarta (Dharmais), RS Pertamina (BUMN), dan RS Marinir Jakarta (ini yang terakhir keren!). Tentu saja merek-merek tersebut saat ini sedang in the moon.

MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) terbuka juga untuk industri Rumah Sakit dan rasanya Rumah Sakit yang memegang merek diatas layak bersaing sesuai dengan segmentasinya.

Satu lagi, Soal pemenang merek dalam kategori asuransi adalah BPJS. 😀

Soal ini BPJS sudah pasti menang, karena apa? Dalam UU SJSN/2004 disebutkan bahwa nantinya seluruh rakyat Indonesia akan menjadi peserta dan dijamin hak sosial/kesehatannya dalam mekanisme asuransi sosial dengan cakupan semesta. Tentunya upaya pemerintah dalam sosialisasi BPJS sejak 1 Januari 2014 (maupun sebelumnya) praktis menyedot perhatian masyarakat dan jika berkaitan dengan kebijakan atau sistem nasional maka turbulensi efeknya sangat besar.

Turbulensi itulah yang menjadi top of mind di masyarakat.

Wah, ternyata masyarakat tetap memilih pelayanan ‘rasa’ lokal. Itu yang harus diperhatikan pemodal, ke-khas-an dan local wisdom patutlah menjadi perhatian dalam berbisnis, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.


 

Referensi:
http://www.the-marketeers.com/?post=indonesia-wow-brand-2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.