Penting gak sih “Follower” di Twitter?

images

Terakhir saya ngetwitt terbilang agak lama, ya kurang lebih dua mingguan. Sebagai pecandu dunia socmed nampaknya saya menjadi tidak populer akhir-akhir ini karena jarang ngetwitt atau bikin #kultwit (red:kuliah twitter) seperti jaman mahasiswa dulu. Entah karena males, atau karena load pekerjaan yang bisa dijadikan kambing hitam. Hehehe. Ah, alasan saja! nah sejak malas ngetwitt atau bikin #kultwit follower saya jadi stagnan dan hanya dari circle yang itu-itu saja. Lainnya paling ya akun jual beli mulai dari jualan jamu, kosmetik sampai akun geje spammer. 😀

Menarik bukan punya akun yang setiap bikin #kultwit setiap kali juga di RT (red: ReTweet) ribuan Follower. Whooww! Dan kece bukan followernya bejibun bisa dipamerin ke teman kantor sebagai “sertifikat” kalau kita eksis di dunia maya. Itu trennya.

Ah, sudah karena saya bukanlah artis atau tokoh yang akunnya terverifikasi dan begitu ngomong dan ngicau dikit langsung di RT. Tapi seberapa penting sih follower di Twitter???

Buatmu penting gak?Soalnya swear deh orang lebih banyak yg merhatiin soal jumlah follower di Twitter. Tapi asal kalian tahu, ada beberapa hal yang membuat jumlah follower itu menjadi tidak begitu penting!! Apaan?! :p

Satu kata kunci: Kembali ke tujuan awal.

Kalian bikin akun atau twitter itu untuk apa?

1) Untuk menyebar informasikah ?
2) Untuk menyerap informasikah ?
3) Untuk ngobrol sembari nggosipin teman sesama kantor kah? upss kalau ini mendingan kalian chat via japrian deh!

Nah kalau memang kalian itu berupaya menjadikan akun kalian sebagai portal saluran informasi macam @e100ss @tempodotco @Metro_TV atau menjadikan diri sebagai tokoh macam @sudjiwotedjo @BarackObama @ndorokakung ya pantaslah kalian bikin follower sebanyak banyaknya. Soal ini mah, semua orang tahu, Kalau follower banyak maka yang jadi subjek bisa kalian, objeknya ya follower kalian. Tapi ada juga akun yang followernya banyak karena twitt-nya “kontroversial” macam @triomacam2000 yang diblock. 😀

Kita kembali harus fair, jika kalian menjadikan twitter sebagai media social penyerap informasi maka jumlah following jg tak kalah penting.

Semakin banyak jumlah following, makin beragam dan banyak info yg kita peroleh. Makin sedikit following, makin membosankan TL (Red:Timeline) kita. Coba kalian pikir sekarang kalau following kalian sedikit atau berisi akun teman-teman sekantor maka pasti sangat membosankan sekali…!! Baca TL isinya elu lagi, elu lagi..Hehehe :p

Kalau jumlah following kita cuma 100, pasti TL kita tak menarik. Infonya ngga beragam. Apalagi tak semua akun yg kita follow aktif. Lagi-lagi, elu lagi elu lagi

Jadi sebagai pengguna twitter dengan tujuan no. 2 maka kita harus following sebanyak-banyaknya akun-akun berkualitas menurut kebutuhan kalian. Ya salah satunya akun terverifikasi.

Saya pribadi mempunyai cara terbaik mengetahui siapa yg layak dan menarik untuk di-follow, salah satunya adalah dengan melihat following orang lain. Misalnya dengan melihat following teman saya. Hehehe..kira-kira siapa yang pernah nglakuin hal yang sama dengan saya? 😛 Dengan melihat following orang lain, kita bisa tahu akun-akun menarik yg tak kita kenal selama ini dan bisa kita follow.

Ada hal yang menarik kalau saya lihat, salah satunya saya agak heran, ada yang punya following kurang dari 10. Saya pribadi membayangkan, betapa tak menariknya TL dia, Karena teknik membaca TL di Twitter beda dg baca buku.

Membaca TL itu random sifatnya, karena kadang twitt itu diposting bersamaan dengan cepat dan kadang setiap detik berganti. Tidak harus semua hal di TL kita ikuti. Korelasinya adalah kalau following kita cuma berisi teman-teman dekat atau orang-orang yg kita kenal saja, pasti TL kita membosankan seperti yang saya katakan diatas.

Ingat lho, Twitter bukan Facebook.

Buat saya, Twitter itu portal informasi yg maha kaya. Saya penganut mahzab no.2 karena saya bukan tokoh politik, artis, atau kantor berita. Tapi mungkin nanti akan seperti mereka. Aamiin 😀

Makin banyak following, makin menarik TL kita. Asalkan kita selektif memilih. Hal pertama yg saya lakukan ketika men-stalk akun seseorang adalah lihat followingnya. Siapa tahu ada akun menarik yg layak di-follow.

Akun yg followingnya sedikit, ada beberapa kemungkinan: pemain baru (newbie), tak ngerti twitter, atau tak merasa penting mem-follow orang lain. Yang terakhir tadi kayaknya cuman artis hollywood sana deh.

Satu lagi biar sekalian saya bilang biar tulisan di blog ini rada panjangan mengenai sopan-santun twitter: Kalau anda sering mengikuti TL seseorang, ya etikanya anda mem-follow dia. Untuk “courtesy” saja.

Intinya dari tulisan ini adalah berapa jumlah following kalian menunjukkan seberapa besar minat kalian menyerap informasi dari portal raksasa bernama twitter. Kalau jumlah follower bagi penganut mahzab ke. 2 adalah nomor kesekian, gak ada followerpun tak masalah bagi saya dan bagi mereka. 😀

Nah, siapa tahu habis baca tulisan ini kalian mau follow akun saya @iaridlo hihihi. Promosi dikit boleh dong.

2 thoughts on “Penting gak sih “Follower” di Twitter?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.