Ada yang “menarik” di ‘WOW Brand 2014’

Merek Rumah Sakit Surabaya

Persaingan merek (brand) saat ini menjadi hal yang menarik. Sejak beberapa tahun yang lalu kita sudah tahu bahwa upaya Branding merupakan salah satu dari 2 pilar utama dalam strategi pemasaran. Sebut saja segitiga PDB (Positioning, Differentiation, Branding) menjadi pilihan strategi bagi para pemasaran dan praktisi termasuk juga di bidang pelayanan kesehatan (Rumah Sakit).

Kita tahu jumlah dan perkembangan merek Rumah Sakit itu sendiri berbanding lurus dengan pertumbuhan industri Rumah Sakit.

Di kota Surabaya sendiri terdapat beberapa merek Lama (Existing Brand) dengan perubahan kategori dan merek baru (New Brand) dengan ekspansi yang masif.

 

         

Beberapa merek Rumah Sakit diatas adalah contoh nyata merek Rumah Sakit yang saat ini berusaha untuk memantapkan posisinya dalam tataran strategi pemasaran.

Continue reading Ada yang “menarik” di ‘WOW Brand 2014’

Surabaya: Pabean Traditional Market

Ada beberapa pasar tradisional yang masih eksis ditengah rimba metropolitan. Salah satunya adalah pasar Pabean. Ya, Pasar Pabean, sesuai namanya terletak di kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Tepatnya di antara Jalan Kembang Jepun dan Jalan KH Mas Mansur. Konon, pasar ini sudah ada jauh sebelum negeri ini merdeka dari kuasa penjajah. Ada catatan yang menulis Pasar Pabean sudah eksis sejak tahun 1899. Namun, catatan resmi dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya, Pasar Pabean ada sejak tahun 1918. Bangunan bergaya neo classic peninggalan Belanda yang ada di depan pasar dan kini difungsikan sebagai kantor pengelola pasar, menjadi bukti betapa tuanya usia Pasar Pabean.

Namun, semakin tua bukan mati dan lumpuh, tetapi pasar ini semakin menawarkan pesona tersendiri. Hingga kini, Pasar Pabean masih jadi salah satu pasar tersibuk yang mendorong roda perekonomian kota Surabaya. Meski Surabaya sudah menjelma menjadi kota metropolitan sebagai pusat kekuatan perdagangan indonesia timur sehingga berimbas pada menjamurnya pusat belanja modern ataupun pasar modern di tengah kota hingga pinggiran kota, toh itu semua tidak mampu melemahkan positioning Pasar Pabean dimata masyarakat Surabaya.

Indonesia’s Jokowi Marks 100 Days of Presidency With Scandal, Falling Support

TIME

On Sunday, Indonesian President Joko Widodo wrote on his Facebook page: “Suro Diro Joyonirat Lebur Dening Pangastuti.” The Javanese words of wisdom teach that stubbornness, narrow-mindedness and anger can only be overcome by wisdom, kindness and patience.

Jokowi, as the President is popularly known, could use lots of wisdom and patience these days. His first 100 days in office — usually a peak of a leader’s approval ratings — have been marked with rising public disappointment and slipping popularity — not to mention a major political crisis he has largely created himself.

On Jan. 9, Jokowi shocked the nation when he nominated Budi Gunawan as police chief. Budi, a onetime adjutant to Megawati Sukarnoputri, former President and chairwoman of Jokowi’s party, PDI-P, and reportedly also close to Vice President Jusuf Kalla, had been investigated for months by the Corruption Eradication Agency. Days later, on Jan. 13, the agency, known in…

View original post 950 more words

Jokowi’s lost the plot: time to seek professional help

Unspun

Unspun was one of those people rooting for Jokowi when he was contesting against Prabowo in the presidential elections. Not because he was the best of candidates but he was the better candidate in terms of integrity.

That alone held out hope that he might be able to change Indonesia, because for sure a figure like Prabowo that reeks of Order Baru would certainly not.

So when Jokowi got voted in, like many in Indonesia Unspun cheered. Unseen cheered again when he started his administration with fresh faces like Ibu Susi and Jonan. After all, did they not have track records of starting businesses and setting Keretapi Indonesia back on the right track?

And it went well for a little while and Unspun cheered. Then things started to go awry. Jokowi started making funny decisions – the destruction of neighbouring countries’ illegal fishing vessels, imposing the death penalty…and then the KPK-Police…

View original post 319 more words