Tanda Petik: Yusril Ihza Mahendra Vs. Puan Maharani

Yusril mengkritik Puan

Beberapa hari yang lalu (Jakarta, 6/11) Pakar hukum Tata Negara Profesor Yusril Ihza Mahendra mengkritik tiga kartu yang dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Tiga kartu yang dimaksud adalah Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Berikut petikannya:

 

Yusril Ihza Mahendra:
“Ini bukan mengelola warung. Tiga Kartu Jokowi harus jelas dasar hukumnya. Belum jelas, apa dasar hukum dikeluarkannya kebijakan tiga  jenis kartu sakti KIS, KIP dan KKS oleh Presiden Jokowi. Niat baik untuk membantu rakyat miskin karena mau naikkan BBM memang patut dihargai,”

“Kalau mengelola rumah tangga atau warung, apa yang terlintas dalam pikiran bisa langsung diwujudkan dalam tindakan. Negara tidak begitu. Suatu kebijakan harus ada landasan hukumnya. Kalau belum ada siapkan dulu landasan hukumnya agar kebijakan itu dapat dipertanggungjawabkan,” 

“Puan Maharani jangan asal ngomong kalau tidak paham tentang sesuatu. Lebih baik dia belajar mengelola negara dengan benar,” 

“Puan katakan kebijakan tiga kartu sakti itu akan dibuatkan payung hukumnya dalam bentuk inpres dan keppres  yang akan diteken Presiden Jokowi.Puan harus tahu, inpres dan keppres bukanlah instrumen hukum dalam hirarki peraturan perundang-undangan RI,”

Satu hari setelahnya (Jakarta, 7/11)komentar Yusril Ihza Mahendra, dijawab oleh Puan Maharani Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Berikut petikan jawaban Puan Maharani:

Puan Maharani:
“Jadi tiga-tiganya payung hukumnya adalah UU APBN 2014,” 

“Kenapa diperlukan inpres, karena inpres ini adalah penunjukan kepada Kemensos dalam menyalurkan program-program tersebut,”

Sumber Berita:
Tribunnews.com (Berita Serupa dapat dilihat di media massa online)

_________________________________________________________________________________
Tanda Petik adalah page blog khusus yang berisi petikan (quotes) dengan disertai jawaban atas komentar yang dikeluarkan oleh para narasumber. Petikan (quotes) ini diperoleh dari media massa baik online maupun offline. Bertujuan untuk memberikan gambaran pemahaman dari dua sisi. Benar dan salah bukan kapasitas penulis blog. Tapi dikembalikan kepada anda sekalian. 🙂
——————————————————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.