Regulasi Bungkus Rokok?

Kali ini saya iseng nulis tentang persoalan bungkus rokok di Australia. Kenapa? ya, mungkin kalau anda googling atau yang pernah kesana pasti akan tahu kalau disana regulasi tentang bungkus rokok ini diatur ketat. Saking ketatnya bahkan bisa disebut SERAM. Bagaimana seramnya anda bisa melihat digambar ini.

280718-roxon-with-cigarette-packSalah satu unsur yang medorong perubahan termasuk perubahan di dunia kesehatan masyarakat adalah regulasi atau kebijakan pemerintah. Negeri Kangguru itu memberlakukan peraturan bahwa rokok yang dijual harus dibungkus dalam kemasan seragam yang diatur oleh pemerintah.

Di sana kebijakan macam itu bisa tegak karena memang pemerintah sudah tahu benar bahwa setiap tahunnya ada sekitar USD 33 Miliar yang dikeluarkan ‘percuma’ untuk mengobati penyakit akibat rokok, seperti yang dirilis Bloomberg. Di Australia sana sekitar 900.000 jiwa “terbunuh” karena rokok selama 6 dekade terakhir. Jumlah yang fantastis jika di Indonesia bisa lebih tentunya. Karena di sini regulasi dan kesadaran masih rendah.

Low Regulation, Low Impact…

Belajar lagi soal regulasi bungkus rokok. Di Australia kebijakan mengenai bungkus rokok tersebut diatur secara sentralistik oleh Kementrian Kesehatan. Artinya yang berhak mengeluarkan bungkus rokok HANYA Kementrian Kesehatan. Jadi lagi-lagi intervensinya sangat jelas, dan tentu saja membantu kampanye PERANG BESAR terhadap industri Rokok. Secara langsung ikut menyelamatkan generasi mendatang. Efek yang mungkin timbul dari kebijakan di Australia yang bisa diadopsi di Indonesia adalah turunnya pemalsuan terhadap produk dan merek rokok yang menurunkan pendapatan pajak cukai rokok (rokok gelap).

Ilustrasi dan pemaparan singkat diatas bisa kita tarik garis merah yaitu, Perang terhadap rokok dan kampanye besar dewasa ini tidak bisa tanpa advokasi regulasi. Tapi memang dasar Indonesia adalah market sekaligus produsen yang menggiurkan bagi industri rokok jadi regulasi tersebut masih perlu dilakukan dengan lebih terorganisir dan rapi.

Dua hal yang bisa dicontoh dengan penguatan disana sini soal bungkus rokok adalah. Pertama, merubah brand identity (Bungkus produk) sehingga bisa menciptakan bahkan merubah ROKOK yang mempunyai positioning positif (Merokok itu Jantan) menjadi re-positioning baru (Misal: Merokok itu SERAM). Kedua, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan bisa memonopoli bungkus rokok seperti yang dilakukan di Australia.

Tentunya ilustrasi saya tidak akan mudah jika political will di tinggat atas mandul dan manuver industri rokok yang lebih gesit daripada aktivis anti rokok. Heheheh..

No Regulation, No Impact!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.