Membaca Buku Memorial “Dua Setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu Sedyaningsing”

Endang Rahayu Sedyaningsing, memang sosok yang mengesankan bagi semua orang yang bergerak pada gerakan kesehatan khususnya dan semua orang di Negeri ini pada umumnya. Memang perjalanan dan sepak terjangnya saat menjadi Menteri kesehatan sangat pendek (2,5 tahun). Tetapi tidak butuh waktu lama untuk menyakinkan saya terhadap terobosan-terobosan tentang Kesehatan Masyarakat yang cerdas. Terlepas dari penilaian subyektif saya karena beliau adalah seorang dokter yang sangat Public Health (latar pendidikan di School of Public Health Havard University), tetapi mungkin semuanya sepakat bahwa beliau adalah salah satu Menteri Kesehatan yang handal yang dimiliki negeri ini.

“Kesepakatan” semua orang tentang yang berkesan terhadap ibu ERS tertulis di dalam buku “Dua Setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu Sedyaningsing”.

Seperti perkataan beliau “pada hakekatnya semua orang baik, hanya cara menyampaikannya saja yang berbeda” itulah yang membuat saya terkesan.

Download disini

Positive Deviance – Suatu pendekatan berbasis masyarakat

Bagi kawan-kawan di area ‘Public Health’ mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Positive Deviance. Isitilah ini juga merupakan bahasa yang sehari-hari mungkin menjadi konsen bagi kawa-kawan yang bergerak dalam dunia Gizi Kesmas serta pemberantasan Gizi buruk.

Definisi

Positive Deviance is an approach to behavioral and social change based on the observation that in any community, there are people whose uncommon but successful behaviors or strategies enable them to find better solutions to a problem than their peers, despite facing similar challenges and having no extra resources or knowledge than their peers. These individuals are referred to as positive deviants.[1][2][3]

Sejarah Awal

Konsep Positive Deviance (penyimpangan positif) pertama kali muncul dalam tulisan Wilkins (1964:46) yang menggambarkan penyimpangan (deviance) seperti sebuah kurva berbentuk lonceng, dimana tindakan-tindakan penuh dosa (penyimpangan negatif) berada di sebelah kiri dan tindakan-tindakan penuh suci (Positive Deviance) berada di sebelah kanan Sedangkan tindakan-tindakan normal terdapat di tengah-tengah kurva. Dalam masyarakat terdapat sangat sedikit tindakan-tindakan yang secara ekstrim penuh suci atau sangat membantu dalam masyarakat dan sangat sedikit pula tindakan-tindakan yang secara ekstrim penuh dosa atau tindakan criminal yang serius. Pada umumnya (mayoritas) dari tindakan-tindakan manusia dalam kebudayaan adalah “normal”. Konsep tersebut merupakan bentuk dari sebuah analisis Statistik tentang sebuah studi Deviasi (positif dan negatif) yang diterapkan dan ditarik kepada sebuah kajian Sosiologi.

Continue reading Positive Deviance – Suatu pendekatan berbasis masyarakat