PurpleMovement September 2012

Image

PurpleMovement  hadir lagi pada edisi ketiga dengan desain cover dan desain header yang berbeda dari edisi kemarin. Beberapa perubahan bertujuan menjadikan majalah kami menjadi lebih baik. Edisi ketiga ini kami fokuskan di wilayah kabupaten Sampang yang membawa kami pada perhitungan angka IPKM. Tidak lupa sajian khas tentang wilayah ini dari sisi potensi daerah. Tentunya dengan sajian khas Purplemovement.

Rubrik lain mengupas tentang lika-liku NGO asing dalam bidang kesehatan. Management Clinic membahas tentang pengambilan keputusan dengan pendekatan Epidemiologi  yang menjadi dasar dalam perumusan setiap kebijakan. Sebagai rubrik tambahan kami menambahkan rubrik baru yang berisi tulisan lepas dengan nama Fragment dan Kuliah Alumni.

Fragmen ‘Sing penting wareg’

Ungkapan diatas mengingatkan kita pada istilah di kalangan masyarakat akar rumput khususnya di Jawa. Sing penting wareg (red: yang penting kenyang), begitu mendarah daging di masyarakat sebagai kata sakti yang menjadi standar baku pemenuhan kebutuhan perut.

Pertama, Saya mencoba memikirkan apakah ungkapan diatas hanyalah istilah yang sudah umum diwariskan turun temurun di kalangan masyarakat Jawa, ataukah ada hal lain dibalik itu. Sejalan dengan istilah itu muncul banyak istilah lain seperti “Mangan ora mangan sing penting kumpul”.

Kedua, Kita tarik mundur ke jaman Orde Baru, Saat kita dipuja oleh FAO – PBB dengan predikat sebagai negara dengan Swasembada Beras. Ketika pada 1984 Indonesia dinyatakan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras atau mencapai swasembada pangan. Organisasi Pangan Dunia (FAO) pun mengundang Indonesia (Soeharto) untuk menerima penghargaan atas prestasinya. Bahkan pada waktu itu sebagai wujud rasa syukurnya, Soeharto pun juga membawa buah tangan, yaitu gabah sebanyak 100.000 ton yang dikumpulkan secara gotong royong dan sukarela oleh petani Indonesia untuk diteruskan kepada warga-warga yang mengalami kelaparan di berbagai belahan dunia, khususnya di Afrika. Itu sekilas kisah yang mengingatkan kita tentang kejayaan orde baru dalam pemenuhan pangan Nasional.

Continue reading Fragmen ‘Sing penting wareg’

Mengingatkan Soal Jamkesmas (Pro Poor Health Policy)

Kebijakan Kesehatan yang Berpihak pada Masyarakat Miskin

Kemiskinan dan penyakit terjadi saling kait-mengkait, dengan hubungan yang tidak akan pernah putus terkecuali dilakukan intervensi pada salah satu atau kedua sisi, yakni pada kemiskinannya atau penyakitnya. Hal itu dapat dijelaskan dengan skema berikut.
Kemiskinan mempengaruhi kesehatan sehingga orang miskin menjadi rentan terhadap pelbagai macam penyakit, karena mereka mengalami gangguan sebagai berikut:

1. menderita gizi buruk
2. pengetahuan kesehatan kurang
3. perilaku kesehatan kurang
4. lingkungan pemukiman buruk
5. biaya kesehatan tidak tersedia

Sebaliknya kesehatan mempengaruhi kemiskinan. Masyarakat yang sehat menekan kemiskinan karena orang yang sehat memiliki kondisi sebagai berikut:
1. produktivitas kerja tinggi
2. pengeluaran berobat rendah
3. Investasi dan tabungan memadai
4. tingkat pendidikan maju
5. tingkat fertilitas dan kematian rendah
6. stabilitas ekonomi mantap
Continue reading Mengingatkan Soal Jamkesmas (Pro Poor Health Policy)

10 facts on the tobacco epidemic and global tobacco control

 Tobacco kills up to half of those who use it. Yet tobacco use is common throughout the world due to low prices, aggressive and widespread marketing, lack of awareness about its dangers, and inconsistent public policies against its use.

 Most of tobacco’s damage to health does not become evident until years or even decades after the onset of use. So, while tobacco use is rising globally, the epidemic of tobacco-related disease and death has yet to reach its peak.
This fact file shows how the devastating tobacco epidemic is growing, describes the state of tobacco control worldwide, and explains how this preventable epidemic can be halted with a set of six effective tobacco control policies.

Tolak Ukur Dalam Isu Strategis

Dalam perumusan isu strategis termasuk dalam proses penyusunan sebuah kebijakan kesehatan, seorang health planner atau key person harus memperhatikan tolak ukur apakah isu yang dibuat atau yang akan diangkat untuk dibahas lanjut. Adapun beberapa tolak ukur untuk melihat sebuah isu itu penting atau tidak untuk diangkat ke permukaan dan menjadi bagian dari sebuah pembahasan terkait dengan kebijakan kesehatan adalah:

1. Aktual
Apakah isu ini sedang jadi pusat perhatian?
2. Urgensi
Apakah isu ini mendesak?
3. Relevansi
Apakah isu ini sesuai kebutuhan konstituen?
4. Dampak positif
Apakah isu ini jika dibahas membantu konstituen?
5. Kesesuaian
Apakah isu ini sesuai dengan visi & misi?
6. Inklusi
Dapatkah konstituen kita berpartisipasi dalam isu ini?
7. Sensitivitas
Apakah isu ini aman dari dampak sampingan?